Nokia menginformasikan bahwa mereka berencana untuk menggunakan sistem operasi Linux MeeGo, bukan Symbian untuk smartphone Nokia N-series. Langkah ini menunjukan ketidakmapuan Symbian bersaing di pasar ponsel high-end. Ponsel Nokia N8 berbasis Symbian^3 kemungkinan merupakan ponsel terakhir seri N dengan OS Symbian.
MeeGo adalah sebuah proyek open source yang dibentuk ketika Intel dan Nokia menggabungkan masing-masing system operasi Linux mobile untuk menciptakan platform bersama. Pembangunan MeeGo merupakan upaya kolaborasi yang terkordinasi oleh Linux Foundation, dengan melibatkan perusahaan lain dalam ekosistem mobile Linux. Platform ini cukup modern dan canggih, serta menggunakan kerangka pembangunan Qt milik Nokia untuk menyederhanakan pengembangan aplikasi.
Ketergantungan Nokia pada system operasi Symbian telah menjadi kelemahan yang serius dalam beberapa tahun terakhir, apalagi Android dan iPhone muncul dengan fitur-fitur web-centric modern, platform pengembangan kaya fitur. Nokia mengakuisisi Symbian, membuka system operasi, dan beralih ke model pengembangan dengan pondasi sendiri. Langkah ini diambil dengan harapan untuk revitalisasi platform dan membuatnya lebih kompetitif. Symbian Foundation telah bekerja keras untuk mengatasi keterbatasan platform dan telah membuat kemajuan yang serius, tetapi tidak cukup untuk membuat OS ini menjadi pilihan menarik untuk smartphone high-end masa depan.
Nokia mendaulat MeeGo sebagai platform terdepan untuk ponsel N-series, dan akan terus menggunakan Symbian untuk ponsel kelas menengah ke bawah. Kekuatan pemersatu yang akan membuat strategi dual-platform ini bekerja adalah pengembangan Qt toolkit, sebuah kerangka kerja pemrograman open source milik Trolltech yang diakusisi Nokia.
Qt menawarkan solusi menarik pengembangan lintas platform, dengan dukungan untuk membangun perangkat lunak yang akan berjalan pada Windows, Linux, Mac OS X, Symbian, dan MeeGo. Bagian penting dari ekosistem mobile pemrograman Qt adalah Qt Mobility Framework.
0 komentar:
Posting Komentar