IT History : Mouse (Tetikus) - Part 1

on Sabtu, 10 Desember 2011

Pernahkan Anda mempertanyakan alat kecil yang disebut mouse yang biasa Anda gunakan? Tentang bagaimana ia bekerja dan asal muasalnya? Kini kamu mengupas sedikit tentangnya.


Mouse atau biasa disebut tetikus dalam bahasa Indonesia, adalah nama alat yang berfungsi sebagai pointing device (penunjuk dan input) ke komputer oleh user manusia.

          Secara fisik standarnya, mouse hadir dalam bentuk yang dapat digenggam oleh tangan dan dilengkapi dengan sebuah atau lebih tombol. Selain itu, ia juga biasanya memiliki fitur sekunder, seperti roda untuk men-scroll halaman di display atau tambahan tombol yang menambahkan kemampuan ekstra-input.

          Pada prinsip kerja atau operasional paling dasarnya, mouse menggerakkan kursor yang tampil di display berdasarkan pergerakan mouse itu sendiri secara fisik. Fungsi pointing device dalam bentuk kursor di monitor display memang lebih diarahkan pada generasi sistem operasi yang berbasiskan GUI dalam hal interface dengan user (manusia).


Asal Muasal Nama

Nama “mouse” atau “tetikus” itu sendiri memang tidak langsung terpakai sebagai nama unit mouse yang lebih mempresentasikan binatang dibandingkan alat input untuk komputer. Istilah “mouse” sebagai pointing device kali pertama disebutkan dalam publikasi “Computer-Aided Display Control” oleh Bill English pada 1965.

          Satu hal yang menjadi pertimbangan nama “mouse” digunakan lebih disebabkan oleh faktor bentuk mouse yang mungil dilengkapi dengan dua hingga tiga tombol kecil dan memiliki kabel (buntut) yang mempresentasikan bentuk mouse (tikus) secara keseluruhan.

          Perkembangan berikutnya, penetapan nama baku mouse sebagai pointing device dalam GUI OS adalah “mice” atau “mouse” sebagaimana yang ditetapkan oleh Oxford Dictionaries dalam entry online-nya. Dalam penggunaannya, kadang penulis dokumen teknis menambahkan istilah “computer” maupun “devices”, seperti “mouse devices” maupun “computer mice” atau “computer mouses”. 


Generasi Awal Mouse

Perkembangan mouse tidak terlepas dari teknologi tracking dengan menggunakan bola (trackball) yang kali pertama ditemukan oleh Tom Cranston, Fred Longstaff, dan Kenyon Taylor. Mereka mendisain teknologi ini untuk proyek Royal Canadian Navy DATAR pada 1952. Namun, karena ini merupakan proyek rahasia militer, teknologi tracking ini jadi tidak dipatenkan. Teknologi tracking ini menggunakan teknik five-pin bowling ball.

Teknologi Tracking dengan Teknik five-pin bowling ball

          Di lain pihak, Douglas Engelbart dengan bantuan kolegannya, Bill English di Stanford Research Institute, secara independen menemukan protipe mouse pertama pada 1963. Model ponting device pertama ini mereka rujuk dengan nama “mouse” karena unit menggunakan model kabel yang terpasang pada bagian belakang unit sehingga menyerupai buntut dan secara keseluruhan tampak seperti tikus pada umumnya. Engelbart tidak pernah menerima royalti dari teknologi ini karena paten sudah habis sebelum mouse digunakan secara luas di komputer personal (PC).

          Penemuan mouse ini hanyalah sebagian kecil dari proyek Engelbart lain yang lebih besar, yang ditujukan sebagai alat pembantu manusia dalam interaksi dengan computer. Beberapa alat eksperimental pointing device lainnya dari Engelbart mengeksploitasi berbagai pergerakan tubuh manusia. Namun, akhirnya mouse lebih sukses karena kenyamanan dan kesederhanaannya.

Engelbart dengan Mouse-nya

          Mouse pertama Engelbart berukuran cukup besar seperti terlihat pada gambar dan ia menggunakan tracking berupa dua roda yang disusun perpendicular yang masing-masing mempresentasikan pergerakan aksis x dan y, tetapi beberapa minggu sebelum Engelbart mendemokan alat pointing device-nya pada 1968. Sebuah produk mouse sudah dikembangkan dan dipublikasikan oleh perusahaan Jerman, Telefunken. Tidak seperti Engelbart, model mouse dari Telefunken menggunakan tambahan bola (ball) sebagai penggerak dua roda aksis. Konsep dari model mouse Telefunken ini hingga sekarang masih dapat ditemukan dalam bentuk mouse trackball standar.

Mouse generasi pertama ciptaan Engelbart dan Bill English




Tracking Varian


Mekanikal

Bill English, yang turut membantu mengembangkan mouse pertama bersama Engelbart, membuat mouse pertama yang menggunakan bola (trackball) pada 1972. Ia melakukan itu ketika ia masih bekerja di Xerox.

          Pada mouse trackball digunakan desain yang menggantikan penggunaan dua roda dari desain Engelbart awal dengan sebuah bola yang memungkinkan pergerakan mouse ke semua arah. Desain trackball ini menggantikan roda luar tersebut dengan menjadikannya internal unit, yang berfungsi sebagai chopper wheel (pemutus cahaya) dari cahaya yang mengalir ke sensor. Dari cahaya yang terputus-putus ini didapatkan pergerakan roda. Dengan menggunakan dua chopper wheel yang diposisikan perpendicular, memungkinkan pergerakan pointing device hampir kesemua arah pada bidang datar.

          Varian awal mouse mekanikal inilah yang menjadi cikal-bakal mouse yang paling banyak dipakai sepanjang tahun 1980 hingga 1990.

          Untuk generasi lebih modern, trackball menggunakan dua roler yang terpisahkan 90 derajat (perpendicular) satu sama lain dengan tiap roler memiliki fungsi yang sama seperti chopper wheel. Satu roler berfungsi sebagai pergerakan ke depan dan ke belakang, lalu roler satu lagi untuk pergerakan ke kanan dan ke kiri. Selain dari dua roler utama ini, mouse trackball juga dilengkapi dengan roler ketiga yang diposisikan menyilang (45 derajat). Roler ketiga ini dilengkapi dengan per yang berfungsi mendorong bola agar tetap menyentuh (meng-grip) dua roler utama.

          Dalam menentukan pergerakan mouse, pada model terbaru setiap roler dilengkapi dengan unit detector (sensor) dan unit sumber cahaya. Setiap cahaya yang terputus oleh roler akan menimbulkan pulsa elektronik. Lalu, untuk menerjemahkan kemana putaran roler, digunakan sirkuit logic sederhana untuk memperhitungkan timing relative dari pulsa elektronik yang dihasilkan roler.

          Skema teknis kalkulasi ini bisa disebut dengan quadrature encoding, dimana setiap sensor optik menghasilkan sinyal cahaya yang diperkirakan dalam bentuk phase quadrature (terpisar dalam fase 90 derajat).

          Mouse sendiri akan mengirimkan sinyal-sinyal ini ke komputer via kabel mouse. Sinyal-sinyal ini berbentuk lagic sinyal secara langsung pada desain mouse terdahulu, sedangkan desain modern menggunakan data-formatting IC. Selanjutnya, software driver di sistem operasi akan mengonversi sinyal-sinyal listrik ini ke dalam bentuk gerakan dari mouse kusrsor dalam coordinator aksis X dan Y di layar.

          Bagian bola dalam trackball sendiri rata-rata terbuat dari bahan besi, yang bagian luarnya ditutupi bahan karet. Secara desain, bola ini sudah disesuaikan agar memberikan kenyamanan dan realibilitas dari genggaman tangan, yang semuanya berhubungan dengan sisi beratnya.   

Mouse Mekanikal




Optical dan Laser

Untuk mouse yang menggunakan tracking jenis optical, mereka menggunakan dua atau lebih LED dan unit array photodioda untuk mendeteksi pergerakan yang relatif dengan permukaan alas dimana memantulkan sinar optical dari LED yang digunakan. Hal ini berbeda dengan varian mekanikal yang menggunakan unit bergerak dalam mouse. Lebih lanjut lagi, pengembangan dari optical adalah penggunaan sinar laser sebagai sumber cahaya yang akan dideteksi sensor atau bisa dibilang sebuah mouse optical yang menggunakan cahaya koheren (laser: memiliki fase relasi yang konstan).

Mouse Optical/Laser




Intertia dan Gyroscopic

Mouse jenis varian ini biasa disebut sebagai “air mice” karena mereka tidak memerlukan permukaan untuk dapat beroperasi.

          Sebuah mouse inertia menggunakan sejenis sensor accelerometer untuk mendeteksi gerakan memutar dari setiap aksis yang didukungnya.

          Bentuk mouse yang biasa digunakan seperti dalam produk Logitech dan Gyraton yang menggunakan dua level pergerakan secara rotasi.

          Pada penggunaannya, user hanya perlu menggerakan pergelangan tangan sedikit. Hal ini akan mengurangi tingkat kelelahan pengguna atau mencegah efek gorilla arm (tingkat kelelahan berlabih pada lengan).

          Bentuk mouse intertia biasanya berjenis cordless (wireless) sehingga biasanya mereka dilengkapi dengan switch untuk menonaktifkan sirkuit elektronik diantara pemakaian dan tidak agar gerakan user jika sedang tidak bermaksud menggunakan mouse, tidak mengganggu posisi kursor mouse.

          Dari beberapa paten tentang intertia mouse, disebutkan bahwa jenis ini membutuhkan lebih sedikit tenaga listrik dibandingkan mouse optical, tetapi menawarkan alternatif soal sensitifitas sensor, bobot yang lebih rendah, dan kemudian penggunaan yang lebih baik. Dengan kombinasi bersama wireless keyboard, intertia mouse dapat menawarkan alternatif penggunaan komputer tanpa perlunya ruang kerja dengan permukaan datar. Hal ini juga berpotensi untuk mengurangi cidera akibat gerakan repetisi dari postur workstation standar.

Mouse Intertia

Mouse Gyroscopic




3D Tracking

3D mouse kadang dikenal sebagai bats (kelelawar), mouse terbang, atau tongkat ajaib. Device mouse seperti ini secara umum bekerja via ultrasound dan menyediakan tiga level kebebasan pergerakan.

          Mouse 3D ini mulai dikenalkan pada kurun 1990-an, mendekati akhir 1990-an, solusi 3D mouse yang diwakilkan oleh Kantek dengan 3DRingMouse. Model mouse ini beroperasi dengan cara dipakaikan di jari (seperti cincin) seingga memungkinkan diakses tiga tombol utama oleh ibu jari. Proses tracking sendiri menggunakan bus station. Meskipun solusi 3D tracking ini cukup menarik perhatian, akhirnya solusi ini di-discontinue karena tidak bisa menghadirkan kemampuan resolusi yang baik.

          Contoh jenis 3D mouse modern saat ini bisa Anda temukan pada unit Wii Remote. Walau Wii Remote ini merupakan sebuah alat motion-sensing, yang dapat mendeteksi arah dan pergerakan, tetapi ia juga dapat mendeteksi posisi spasial, yakni lingkup ruang 3D berdasarkan perbandingan jarak dan posisi dari emitter IR ke IR kamera. Kekurangannya adalah deteksi spasial dimungkinkan selama Wii Remote terlihat di depan camera IR.

          Perkembangan baru datang dari Jerman dengan memperkenalkan konsep baru 3D mouse yang dinamakan 3D Speric Mouse pada November 2010. Mouse ini menggunakan konsep baru dengan 6DOF input dan menggunakan sebuah bola yang dapat berputar dalam tiga aksis tanpa batasan apapun.

Wii Remote

3D Speric Mouse




Tactile

Salah satu produsen mouse, Logitech, sempat memperkenalkan mouse jenis Tectile di mana mouse di dalamnya dilengkapi dengan akuator kecil (vibrator) yang membuatnya dapat bergetar.

          Desain mouse seperti ini memungkinkan implementasi haptic feedback, misalnya feedback ketika kursor melewati barisan aplikasi Window dalam sistem operasi.

Mouse Tactile


Oke di bagian selanjutnya masih banyak yang akan diposting tentang Mouse, so keep reading guys!

0 komentar:

Posting Komentar