Firmware PS3 Hancurkan Mimpi Para Ilmuwan
Kita semua tahu bahwa update PlayStation 3 terbaru akan menghilangkan kemampuan menginstal sistem alternatif seperti Linux, untuk melindungi hak cipta konten yang berakibat beberapa proyek penilitian mengalami penundaan.
Angkatan Udara AS merupakan salah satu contoh. Air Force Research Laboratory di Roma, New York, menggunakan 336 sistem PS3 pada tahun 2009 dan membangun sendiri 53 teraFLOP processing cluster. Setelah selesai sebagai konsep, para peneliti dari AU kemudian menambah enam kali lipat konsol hingga 2.200 konsol. Kontrak sebesar USD663.000 telah diberikan pada tanggal 6 Januari 2010, kepada sebuah perusahaan kecil bernaman Fixstars yang bisa menyediakan 1.700 buah 160 GB sistem PS3 kepada pemerintah. Mendapatkan unit PS3 sebanyak itu cukup sulit dan pemerintah membutuhkan penawaran untuk mendapatkan surat dari Sony yang menyatakan unit tersebut tersedia.
Konsep Off-the-shelf PS3 memiliki keuntungan dari subsidi perangkat keras Sony untuk mendapatkan processor Cell yang lebih kuat dan lebih murah dibandingkan melalui solusi lainnya. Tim Advanced Computing Architectures di Information Directorate mengajukan beberapa alternatif untuk sampai pada konfigurasi system yang diusulkan, termasuk Sony BCU-100, IBM Blade Q22, dan kartu akselerator IBM PowerXCell IBM 8i CAB. Secara khusus, kemampuan kinerja mesin cell broadband lebih besar pada masing-masing alogaritma.
Tim AU memesan perangkat keras, menghabiskan waktu berbulan-bulan meneliti dan membayangkan masing-masing unit PS3 akan menjalankan Linux, tapi kemudian…Sony menghapus fitur instalasi Linux. Keputusan Sony tidak berdampak langsung pada cluster karena PS3 tidak terhubung langsung ke dalam Playstation dan tidak perlu update firmware Sony. Tapi, apa yang terjadi ketika PS3 mati atau perlu perbaikan?
Masalah serupa juga akan menghampiri cluster PS3 milik akademisi, yang telah dibangun di laboratorium di seluruh AS. Menurut para ahli fisika, biaya rendah PS3 sangat bermanfaat sebagai node komputasi ilmiah, misalnya sebagai bagian dari penghitung cluster. Bagaimana pun juga sikap Sony tidak bisa disalahkan, tapi mematikan salah satu fitur yang berguna bagi ilmu pengetahuan bukanlah hal yang bijak, walaupun mengatasnamakan hak cipta.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar