Sesuai dengan janji saya sebelumnya di Part 1, saya akan melanjutkan tulisan tentang sejarah Mouse yang sehari-hari kita gunakan. Enjoy
Konektivitas
Untuk
memungkinkan transfer input yang dihasilkan oleh mouse, biasanya digunakan
kabel dengan karakteristik kabel kecil dan konektor standar, seperti RS-232,
PS/2, ADB, dan USB.
RS-232
PS/2
ADB
USB
Namun, jenis mouse cordless (wireless)
biasanya mentrasmit data dengan menggunakan radiasi inframerah (IrDA) atau
radio frekuensi (termasuk Bluetooth).
Meskipun jalur koneksi tetap seperti koneksi yang disebutkan sebelumnya (USB,
PS/2, dan lain-lain).
Walau sekarang interface elektrikal
dan format data yang ditransmit distandarisasi sesuai standar USB, tetapi pada
masa lampau berbagai macam standar koneksi digunakan oleh perusahaan yang
berbeda.
Operasional
Biasanya
mouse mengontrol pergerakan kursor dalam bentuk grafis dua dimensi (GUI) di
mana dengan hover (menghentikan
gerakan kursor di atas area tertentu dengan dilengkapi objek GUI tertentu,
misalnya icon) dan mengeklik guna
memilih file, aplikasi, atau aksi
dari list yang disediakan (context list).
Namun, selain itu, pengguna dapat
mengoprasikan mouse berdasarkan gesture pergerakan, di mana gerakan khusus
terhadap mouse dapat mengaktifkan fungsi tertentu dalam sistem operasi atau
aplikasi. Sebagai contoh, dalam aplikasi menggambar, menggerakkan mouse dalam
bentuk “x” secara terus-menerus di atas gambar tertentu akan menghapus gambar
tersebut.
Interface secara gestur memang cukup
jarang implementasinya dibandingkan dengan point
and click. Dan rata-rata kebanyakan orang menganggap solusi gesture agak
sulit untuk digunakan. Karena memang gesture memerlukan kendali otot motorik
yang lebih akurat dari para pengguna mouse dengan gestur.
Namun, bentuk gestur yang cukup banyak
digunakan juga ada. Salah satunya yang terkenal adalah drag-and-drop di mana pengguna menekan tombol mouse ketika kursor
mouse berada di atas objek tertentu (misalnya icon) lalu pengguna menggerakkan
kursor mouse ke lokasi yang berbeda tanpa melepaskan penekan tombol yang
pertama tadi. Setelah sampai pada posisi baru yang diingankan, barulah tombol
mouse dilepaskan. Hal ini akan membuat contoh icon tadi berpindah posisi ke
tempat baru yang telah di tentukan.
Multiple-mouse System
Beberapa
sistem operasi memungkinkan untuk menggunakan dua atau lebih mouse dalam sekali
waktu sebagai input device.
Pada era 16-bit, komputer rumahan
seperti Amiga menggunakan cara ini untuk memungkinkan game komputer dimainkan oleh dua player sekaligus dalam satu komputer yang sama.
Ide ini juga kadang digunakan dalam
software collaborative, misalnya
untuk menyimulasi whiteboard di mana multi-user bisa menggambar secara
langsung secara bersamaan.
Tombol
Tombol
yang digunakan oleh unit mouse adalah sejenis microswitch yang mana dapat ditekan (klik) agar dapat memilih atau
berinteraksi dengan elemen yang ditampilkan dalam GUI suatu sistem operasi.
Satu tipe konfigurasi tombol mouse
yang paling banyak dianut pada tingkatan dasarnya adalah jenis mouse tiga
tombol yang dilengkapi dengan scroll yang juga berfungsi sebagai tombol ketiga.
Sejak 2007 atau sekitar akhir kurun
waktu 1990-an, pengguna biasanya menggunakan tombol kedua dari mouse sebagai
perintah untuk menghadirkan “context menu” dari suatu aplikasi atau sistem operasi
tertentu.
Semoga postingan IT History tentang Mouse (Tetikus) ini bisa menambah wawasan pembaca sekalian dalam hal teknologi informasi. Sampai bertemu di IT History berikutnya, have a nice day and have a nice reading my blog.
0 komentar:
Posting Komentar