Tampilkan postingan dengan label Google. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Google. Tampilkan semua postingan
on Minggu, 23 Desember 2012


Tahun 2013 mungkin adalah masa yang berat bagi pasar smartphone. Google akan segera mengerjakan smartphone bersama dengan Motorola yang dibelinya beberapa waktu lalu seharga US$ 12.5 juta. X Phone adalah nama yang diberikan oleh Google untuk saat ini. X Phone ini nantinya akan langsung terjun ke pasar dan menantang pesaing-pesaingnya seperti Samsung dan Apple. Tidak sampai disitu, Google juga sedang mempersiapkan perangkat tabletnya juga dengan Motorola.
Dari berita yang tersebar di dunia maya, saat ini Motorola sedang melakukan berbagai rangkaian pengetesan bahan untuk digunakan pada X Phone, seperti layar flexible dan bahan keramik. Untuk spesifikasi lainnya, Google dan Motorola masih belum angkat bicara, mengingat x Phone baru akan siap paling cepat pertengahan tahun depan. System operasi yang akan di tanam sudah pasti Android terbaru nanti pada waktu x Phone ini akan dijual di pasaran.
Bila pertengahan tahun depan x Phone benar-benar dijual di pasaran, maka ini akan menjadi pukulan yang keras untuk pasar smarthone, mengingat saat ini Google telah mengelurkan berbagai seri Nexus dengan harga yang tidak masuk akal murahnya. Lalu pertanyaan yang menarik adalah, berapa Google akan menjual x Phone ini nantinya?
Read More..
on Rabu, 31 Oktober 2012

Nexus 7 3G
Tepat enam bulan setelah peluncuran Nexus 7 versi Wi-Fi only, Google memperlengkap lini produknya dengan Nexus 7 versi 3G. Google mengumumkan ketersediaan tablet ini bersamaan dengan pengumuman Nexus 10 dan Nexus 4. Tak ada perubahan dari spesifikasi Nexus 7, yaitu layar 1280×800 pixel, processor quad-core Tegra 3, RAM 1GB, baterai 4325mAH, dan konektivitas NFC. Bedanya, kini Nexus 7 tersedia dengan pilihan konektivitas data HSPA+. Selain itu, kini tersedia pilihan storage 32GB.
Nexus 7 versi 3G dipasarkan dengan harga sangat menarik, $299 untuk kapasitas 32GB atau $249 untuk kapasitas 16GB. Versi Wi-Fi only juga masih tersedia, dengan harga hanya $249 (32GB) atau $199 (16GB).
Google juga secara resmi mengumumkan ketersediaan OS Android 4.2. Setelah sebelumnya digunjingkan akan dinamai Key Lime Pie, ternyata OS ini tetap menyandang nama Jelly Bean. Namun, feature-feature barunya tetap tak kalah menarik.
Android 4.2 tetap dinamakan Jelly Bean
Android OS 4.2 kini mendukung menu quick settings dari layar pull down notification dan juga pergantian user profile. Dengan feature ini, sebuah tablet Android dapat digunakan oleh beberapa orang dengan lebih nyaman.
Feature Photo Sphere 360 derajat pada Android 4.2
Tidak ingin berbagi tablet, tetapi ingin berbagi konten? Android 4.2 memungkinkan Anda berbagi tampilan, untuk playback film atau tampilan permainan, secara wireless ke televisi yang mendukung. Andoid 4.2 juga menawarkan feature baru, yaitu Photo Sphere. Feature ini memungkinkan Anda membuat foto panoramic 360 derajat. Foto ini kemudian dapat diunggah ke Google Maps untuk ditambahkan dalam database Street View.
Sebuah feature bernama “Gesture Typing” memungkinkan Anda mengetik lebih cepat seperti mengugnakan Swype. Android 4.2 juga mendapat tambahan feature “Daydream” yang dapat menampilkan screensaver berisi berita, foto, atau konten lain yang diinginkan saat perangkat Android sedang idle.
Nexus 7 3G dan Android 4.2 akan tersedia segera.
Read More..
on Kamis, 27 September 2012

Pengguna perangkat Google Android boleh berbahagia hari ini karena untuk merayakan 25 miliar app terdownload dari Google Play Store, Google mengadakan sale dengan diskon 75%. Kunjungi Google Play Store sekarang dan Anda dapat melihat pilihan app yang didiskon. Harga app tersebut kini hanya 2000-an rupiah saja (25 sen) dari harga sebelumnya $1.
Aplikasi yang termasuk dalam sale adalah:
  1. Angry Birds Space Premium
  2. The Cat in the Hat
  3. Granny Smith
  4. runtastic PRO
  5. Ocean HD
  6. Draw Something
  7. Let’s Create Pottery
  8. Tasks
  9. NFL Kicker 13
  10. OfficeSuite Pro 6 + (PDF & HD)
  11. Asphalt 7: Heat
  12. Clouds & Sheep Premium
  13. Sudoku
Tidak ada keterangan berapa lama batasan waktu untuk sale ini, karena itu segera borong aplikasi-aplikasi ini.
Read More..
on Senin, 17 September 2012

Acer merupakan salah satu partner Google dalam melebarkan sayap Androidnya dengan jajaran smartphone dan Tablet-nya. Beberapa hari yang lalu, Acer ternyata akan meluncurkan sebuah smartphone, Acer CloudMobile A800, yang memiliki sistem operasi buatan Alibaba, Aliyun. Namun peluncuran tersebut batal karena Google meminta Acer untuk tidak meluncurkan smartphone tersebut dan mengancam akan mencabut seluruh dukungan Android untuk Acer.
Alibaba Aliyun sendiri merupakan sistem operasi mobile berbasis Linux. Sistem operasi ini sendiri diklaim memiliki kompatibilitas terhadap aplikasi Android. Bahkan toko aplikasi yang ada pada sistem operasi Aliyun sendiri kerap menampilkan aplikasi bajakan untuk Android. Lalu mengapa Google yang selalu berpegang pada prinsip platform terbuka ini melarang Acer untuk meluncurkan smartphone berbasis Aliyun?
“Kompatibilitas adalah jantung dari ekosistem Android dan memastikan pengalaman yang konsisten bagi para pengembang, produsen dan konsumen. Versi yang tidak kompatible dari Android, seperti Aliyun, dapat melemahkan ekosistem tersebut. Semua anggota Open Handset Alliance (OHA) telah berkomitmen untuk membangun satu platform Android dan tidak mengeluarkan perangkat Android yang tidak kompatibel. Walaupun begitu, anggota OHA dapat berpartisipasi dalam ekosistem pesaing.” Kata Andy Rubin, Senior Vice President of Mobile and Digital Content dari Google kepada MarketingLand.
Kata-kata dari Andy Rubin mengisyaratkan bahwa para anggota OHA boleh mengeluarkan smartphone dengan platform OS lain seperti Windows Phone 8 atau Symbian. Beliau sendiri mengatakan pada akun Google Plus-nya bahwa Aliyun merupakan sebuah clone dari Android. ” Kami terkejut membaca kutipan dari Zeng Ming, Kepala strategi dari grup Alibaba, “Kami ingin menjadi Android-nya China”, padahal OS Aliyun menggabungkan runtime Android dan tampaknya berasal dari Android. Berdasarkan analis kami dari aplikasi yang tersedia pada http://apps.aliyun.com, mereka mencoba  platform ini agar kompatibel, tetapi ternyata tidak berhasil. Sangat mudah untuk menjadi kompatibel terhadap Android, OHA menyediakan semua peralatan dan rincian tentang cara melakukannya. Cek saja posting blog kami yang menjelaskan bagaimana kami berpikir tentang kompatibilitas dan bagaimana kaitannya dengan ekosistem yang kami bangun dengan kerja keras.”
Read More..
on Jumat, 06 Juli 2012

B861946e0c13735bd8e2b345cfe4f34eKonsep Desain Google Nexus 10
Tahun ini, Google tampaknya bakal mengeluarkan setidaknya dua perangkat tablet ke pasaran. Selain Nexus 7 yang telah diumumkan ke publik belum lama ini, santer terdengar raksasa internet juga bakal meluncurkan Nexus 10. Rumor yang telah berembus sejak akhir Juni itu, kini kembali diembuskan oleh sumber di Unwired View.
Nexus 10 seperti dilansir situs tersebut diklaim bakal menyematkan prosesor quad-core NVIDIA Tegra 3, sama seperti Nexus 7. Tablet dengan format layar 10 inchi itu juga menjalankan sistem operasi terbaru Android 4.1 Jelly Bean.
Jadwal peluncuran Nexus 10 diperkirakan akan digelar pada musim gugur (sekitar bulan September) tahun ini, berkemungkinan akan dirilis bersamaan dengan smartphone Nexus terbaru.
Tablet Nexus 10 juga dikabarkan bakal datang dengan dua versi berdasarkan kapasitas penyimpanannya, yakni versi 16 GB dan 32 GB.
Harga untuk Google Nexus 10 versi 16 GB berada di kisaran awal 299 USD (Rp2,8 juta-an). Menilik kisaran harganya, Nexus 10 masih lebih murah sekitar 200 USD dari iPad baru, dan bahkan lebih 100 USD murah dari iPad 2 yang hingga kini masih dijual.
Harga Nexus 10 mungkin akan setara dengan iPad Mini yang kini tengah ramai dikabarkan bakal segera hadir ke permukaan.
Read More..
on Sabtu, 23 Juni 2012

8571dabd2694365a9f0841cea22666d5
Google baru saja meluncurkan Google Maps Coordinate, yang merupakan tool baru yang menjanjikan dapat meningkatkan komunikasi antara perusahaan dan karyawan dilapangan. Google melakukannya dengan mengkombinasikan antara layanan pemetaan dan geolokasi dengan menggunakan smartphone mereka untuk penetapan pekerjaan ke karyawan supaya lebih cepat .

Perusahaan dapat mendaftar ke Google Maps Coordinate dan akses tool ini via aplikasi di ponsel atau aplikasi web. Lalu kemudian karyawan dapat mendownload aplikasi ini ke ponselnya masing-masing dan dapat berbagi lokasi secara realtime pada tim mereka.

Google mengatakan bahwa pengguna juga dapat merekam data ketika sedang bekerja. Contohnya, seperti administrator yang dapat membuat lapangan yang dapat dikostumisasi pada aplikasi untuk merekam informasi client , pengukuran dan spesifikasi teknik. Admin juga dapat membuat tim dengan menambahkan anggota pada tool dan mengatur karyawan dengan mudah dengan melacak lokasi mereka dan menugaskan tugas ke seseorang yang lebih dekat pada daerah di mana Anda mungkin mendapatkan pekerjaan itu dilakukan.

Google Maps Coordinate juga dapat melaporkan secara visual lokasi ke semua anggota tim dan pekerjaan sebelumnya. "Google Maps Coordinate dibangun untuk bekerja dengan lancar dengan seluruh peta Google Enterprise dan Earth experience, dan dilengkapi dengan API yang dapat mengintegrasikan dengan sistem yang ada," kata Google.
Read More..
on Rabu, 20 Juni 2012


Tablet Google
Tablet Nexus garapan Google-Asus tampaknya kian mendekati kepastian untuk diungkap pada konferensi Google I/O yang akan dimulai pada tanggal 27-29 Juni di San Fransisco, Amerika Serikat.
Penegasan kembali jadwal rilis tablet Nexus 7 inchi itu diperoleh dari laporan yang dilansir DigiTimes baru-baru ini.
Tak hanya soal jadwal peluncuran saja, dalam laporan itu juga disebutkan kembali jika tablet Nexus itu akan dibanderol dengan harga sebesar 199 USD (Rp1,9 juta-an).
Pengiriman tablet tersebut sudah dimulai pada bulan Juni ini dan diperkirakan akan tersedia di saluran ritel pada bulan Juli dengan total pengiriman perangkat setidaknya akan mencapai 3 juta unit pada semester kedua tahun ini.
Dengan banderol yang terbilang cukup terjangkau itu, tablet Nexus 7 inchi itu dikatakan hanya akan mendukung koneksi Wi-Fi dan tidak memiliki webcam pada bagian belakangnnya, melainkan hanya dibekali webcam pada bagian depan untuk video conference.
Menilik beberapa rumor sebelumnya, tablet Nexus kerap disebutkan bakal datang dengan mengusung sistem operasi Android berikutnya, yang dikenal sebagai Jelly Bean. Benarkah? Kita tunggu saja.
Read More..

Google Plus merupakan situs jejaring sosial yang didesain Google untuk menyaingi popularitas Facebook yang memang harus diakui, mendominasi segmen pasar yang satu ini. Sempat disebut-sebut sebagai sebuah platform baru yang akan mampu menakhlukkan Facebook, Google Plus memang menawarkan segudang fitur dan fungsi baru yang menarik untuk dijajal. Di awal-awal perilisannya, situs jejaring sosial ini bahkan menarik puluhan juta user hanya dalam satu hari. Bagaimana dengan kondisinya saat ini? Google Plus tak ubahnya sebuah prajurit yang tewas mengenaskan dalam usaha untuk melakukan kudeta pada “sang raja”, popularitasnya kian menurun drastis.

Google Plus, seperti halnya Facebook, juga menawarkan berbagai konten multimedia untuk dinikmati bersama dengan user lain, termasuk video game di dalamnya. Tidak sedikit publisher raksasa yang ikut bergabung untuk menyediakan konten di situs yang satu ini. Namun seiring dengan popularitas dan jumlah user aktif yang terus menurun, Google Plus dianggap sebagai lahan yang tidak lagi menguntungkan untuk “dikuasai”. Publisher seperti  Electronic Arts, Wooga, dan PopCap memutuskan untuk menarik mundur game-game populer mereka dari Google Plus. Alasannya? Tentu saja timbal balik keuntungan yang tidak setara serta popularitas Facebook yang lebih menjanjikan.

Gambar ini cukup menggambarkan kondisi Google Plus saat ini..
Dengan mundurnya beberapa publisher raksasa ini, popularitas Google Plus sebagai jejaring sosial tentu saja kian menurun. Dengan jumlah gamer casual yang terus tumbuh dan berkembang pesat di seluruh dunia, kejadian ini tentu akan menjadi “tamparan” keras bagi Google untuk lebih memerhatikan produk mereka yang satu ini. Time to move back to Facebook, fellas?
Read More..
on Kamis, 31 Mei 2012

Browser milik Google, Chrome, akhirnya berhasil menggusur Internet Explorer sebagai browser yang paling banyak dipakai oleh pengguna Internet selama sebulan! Hingga hari Senin, 28 Mei 2012, Google Chrome berhasil meraih tingkat penggunaan di atas browser andalan Microsoft, Internet Explorer!
Berdasarkan data dari salah satu perusahaan yang bergerak di bidang statistik penggunaan Internet, StatCounter, hingga tanggal 28 Mei, Google Chrome berhasil meraih tingkat penggunaan hingga 32.5%. Sementara Internet Explorer, untuk periode yang sama, dari tanggal 1 Mei hingga 28 Mei, hanya berhasil mencatatkan tingkat penggunaan 32.1%. Ini merupakan pertama kalinya Google Chrome berhasil melampaui Internet Explorer dalam persaingan browser bulanan sejak browser tersebut pertama kali diperkenalkan pada tahun 2008 yang lalu.
Sementara itu, untuk browser-browser lain, andalan dari Mozilla, Firefox, berhasil menduduki posisi ketiga dalam daftar tingkat penggunaan dengan mencatatkan 25.5%. Browser lain, seperti Safari dan Opera mencatatkan tingkat penggunaan yang jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan ketiga browser tersebut. Safari hanya berhasil mencatatkan tingkat penggunaan 7.1% sedangkan Opera hanya berhasil mencatatkan 1.8%.
Tanda-tanda keunggulan Google Chrome memang sudah mulai terbaca sejak awal bulan Mei 2012 yang lalu. Sejak awal bulan, Google Chrome sudah berhasil melampaui tingkat penggunaan Internet Explorer dan terus memegang posisi teratas hingga Senin, 28 Mei 2012. Bila dalam 3 hari terakhir bulan Mei, yang berakhir pada hari ini, Google Chrome mampu mempertahankan posisi pertama tersebut, maka untuk pertama kalinya, Internet Explorer harus mengakui keunggulan saingannya tersebut dalam kompetisi tingkat penggunaan browser bulanan!
Read More..
on Sabtu, 26 Mei 2012

Awal bulan lalu, kami mengulas mengenai kacamata besutan Google yang dapat menampilkan sejumlah informasi mengenai lingkungan sekitar pengguna. Kini, Google memaparkan sejumlah fitur tambahan yang akan dibenamkan ke dalam kacamata yang masih dikembangkan melalui Project Glass.
Fitur-fitur baru ini difokuskan untuk memudahkan kegiatan pengguna dengan masalah pendengaran. Kacamata besutan Google ini dapat mengubah data audio ke dalam tampilan yang memeringati pengguna bahwa ada objek yang mendekat. Fungsi ini sangat membantu pengguna yang hendak menyeberang jalan dengan memeringati jika ada kendaraan yang mendekat dan menunjukkan dari arah mana datangnya kendaraan tersebut.
Google juga menyematkan teknologi speech recognition ke dalam kacamatanya. Teknologi ini akan mengubah isi percakapan orang dari bentuk audio ke dalam tampilan teks. Dengan begitu, masalah pendengaran tidak lagi menjadi hambatan bagi para pengguna untuk terlibat di dalam percakapan tersebut atau setidaknya mengetahui apa yang diucapkan oleh orang-orang di sekitarnya.
Jika pengguna berada di tengah keramaian atau terlibat dalam percakapan dengan lebih dari satu orang, kacamata Google mampu membedakan arah datangnya suara. Hal ini dilakukan dengan menampilkan gelembung teks di posisi terdekat dengan orang yang sedang berbicara. Selain itu, kacamata ini juga mampu menampilkan informasi ketika ada suara yang keluar dari objek lain.
Read More..
on Selasa, 15 Mei 2012

Dalam urusan sistem operasi mobile, Apple dan Google bersaing sangat ketat. Walaupun begitu, Apple masih mengizinkan penggunaan beberapa aplikasi Google di iOS. Salah satunya adalah penggunaan Google Maps. Namun, tampaknya “kerja sama” di antara Apple dan Google terkait aplikasi peta tersebut akan segera berakhir. Menurut rumor yang berkembang, Apple rencananya tidak akan lagi menggunakan Google Maps di iOS versi terbaru.
Dikutip dari 9to5mac, saat ini Apple sedang mengembangkan aplikasi peta sendiri. Hal tersebutlah yang akhirnya membuat Apple berani untuk “membuang” Google Maps dari iOS. Sebagai catatan, Google Maps merupakan aplikasi pre-install di setiap iOS.
Menurut sumber yang bisa dipercaya, kabarnya aplikasi peta iOS mirip dengan Google Maps yang ada di iPhone, iPad, dan iPod Touch. Hanya saja, aplikasi peta iOS akan lebih bersih, cepat, dan memberikan pengalaman yang lebih baik.
Nantinya, aplikasi peta di iOS tersebut akan disebut Maps. Maps memiliki mode 3D. Mode 3D tersebut tidak hadir secara default, tetapi Anda bisa mengaktifkannya dengan memencet tombol 3D. Menurut kabar dan gambar yang beredar di dunia maya, mode 3D tersebut menampilkan gambar real sebuah gedung dan memberikan gambaran jalan yang sebenarnya.
Kemungkinan besar, teknologi 3D yang digunakan di aplikasi Maps ini hadir berkat perusahaan C3 Technologies. Memang beberapa saat lalu, Apple telah mengakuisisi perusahaan tersebut. C3 dikenal sebagai perusahaan solusi mapping 3D, menawarkan gambar real dari sebuah wilayah.
Read More..
on Jumat, 20 April 2012

4f24b4b5ac70906c6ccbc697f10347be
Instagram memang tengah menjadi topik hangat akhir-akhir ini. Namanya kian melambung sejak aplikasi ini tersedia untuk platform Android, terlebih di kemudian hari aplikasi besutan Kevin Systrom ini diakuisisi Facebook senilai 1 miliar USD.
Namun, seperti istilah yang biasa kita kenal 'ada gula ada semut'. Yup, seiring dengan tingkat kepopuleran aplikasi ini yang terus meroket, tak heran jika pada akhirnya Instagram pun menjadi sasaran berikutnya bagi para penjahat dunia maya.
Sebagaimana dikutip via Android Authority, dilaporkan bahwa sekelompok orang Rusia telah menciptakan sebuah situs Instagram palsu yang menawarkan download aplikasi langsung dari situs (bukan dari Google Play). Dalam aksinya, situs itu kemudian menginfeksi perangkat dengan walware.
Berdasarkan pengujian yang dilakukan Sophos, diperoleh kesimpulan bahwa aplikasi palsu tersebut tidak terlalu berupaya keras untuk menyalin aplikasi Instagram asli, tetapi hanya mencoba untuk menghubungkan dengan beberapa jaringan mobile di Rusia. Hal itu dilakukan dalam upaya untuk memperoleh keuntungan berupa uang dengan mengirimkan pesan ke nomor premium.
Membuat aplikasi palsu yang terinfeksi dengan malware adalah teknik yang populer digunakan oleh para penjahat cyber. Anehnya, aplikasi Instagram palsu ternyata disertai gambar orang ini. Apakah orang ini sebagai pencipta dari aplikasi atau sekadar foto acak, memang belum diketahui.
Instagram Malware Photo
Jadi, untuk menghindari kemungkinan buruk dari terinstalnya aplikasi yang justru membahayakan kita, sudah sepatutnya kita berhati-hati dengan aplikasi yang kita download dan dari mana kita peroleh aplikasi tersebut.
Pasalnya, banyak penjahat cyber yang memperoleh keuntungan dari aplikasi berbahaya yang dibuatnya hingga jutaan dollar. Untuk melakukan aksinya pun, mereka tak segan-segan menggunakan segala jenis trik untuk mencoba dan meyakinkan calon korbannya untuk mendownload sebuah aplikasi berbahaya itu
Read More..
on Selasa, 10 April 2012

Tren menyaksikan film dengan cara streaming atau mengunduhkan melalui cloud memang dinikmati banyak pihak, khususnya mereka yang sehari-hari berkutat di depan PC dan memiliki konesi Internet yang supercepat. Untuk apa merepotkan diri keluar rumah untuk membeli film dalam bentuk fisik (DVD) jika kita bisa menemukannya hanya dengan beberapa kali klik? Itulah fungsi sebenarnya dari teknologi cloud yang dimanfaatkan Google untuk menyediakan layanan penyewaan film.

Melihat masa depan pasar film online yang sepertinya semakin cerah, Google menambah koleksi Google Inks dengan menambah lebih dari 500 judul film yang merupakan film-film yang diproduksi oleh Paramount Pictures. Dengan begitu, jumlah film yang bisa disewa melalui Google Play jumlahnya mencapai ribuan.
Sebelumnya, Google Inks telah bekerja sama dengan studio lainnya, seperti Disney, Warner Brothers, 20th Century Fox, Universal Pictures, dan Sony Pictures. Dengan begitu, saat ini Google Inks telah bekerja sama dengan lima—dari enam—studio besar perfilman dan lebih dari sepuluh studio film independen.
Film-film yang disediakan di Google Play bersifat sewaan yang dipatok dengan harga tertentu—sesuai lokasi kosumen. Dibandingkan harus membeli bentuk fisik, banyak orang memilih untuk menyaksikan sebuah film langsung dari layar perangkat pribadi mereka masing-masing tanpa harus menambah satu atau dua barang baru yang tidak bisa didaur ulang.
Maka, jangan ragu untuk mengambil tablet atau smartphone Android Anda dan mulailah memilih film-film yang ditawarkan oleh Google!
Read More..
on Kamis, 01 Maret 2012

Google kemarin (29/02/2012) meluncurkan Chrome Web Store di Indonesia. Chrome Web Store merupakan sebuah pasar terbuka yang memberikan kemudahan bagi para pengguna internet dalam mencari, menemukan dan membeli aplikasi-aplikasi terbaik yang dapat ditemukan di internet, serta memberikan sarana bagi para pengembang aplikasi untuk menampilkan aplikasi internet hasil karya mereka.
Dengan hadirnya Chrome Web Store, pengguna internet memiliki tempat yang mudah untuk mencari dan membeli aplikasi internet yang mereka inginkan, lengkap dengan informasi tentang peringkat, resensi  dan sistem interface yang user friendly.
Selain telah terisi dengan berbagai aplikasi buatan pengembang tanah air, seperti Kompas Editor’s Choice, Kapan Lagi, dan Prambors, di toko aplikasi itu juga terdapat berbagai aplikasi favorit lainnya, seperti game Angry Birds dan Battle Stations, serta aplikasi Evernote, Pixlr, dan Google Docs.
Di Chrome Web Store juga dapat ditemukan berbagai macam Extensions dan Themes, yang membantu para pengguna internet meng-customize penggunaan internet mereka. Dengan begitu, para pengguna browser Chrome kini dapat dengan mudah menemukan dan menambahkan aplikasi, Extensions dan juga Themes baru di browser internet yang mereka gunakan, dari berbagai macam kategori yang ada.
Seiring bertambahnya para pengembang aplikasi yang bergabung dengan Chrome Web Store, akan semakin banyak aplikasi-aplikasi dari para pengembang lokal, pencipta konten aplikasi dan juga perusahaan di dalam negeri.
Bagi Anda yang ingin mencoba aplikasi-aplikasi terbaru serta ribuan aplikasi lainnya yang terdapat di Chrome Web Store, silahkan unduh browser Chrome di sini dan kunjungi Chrome Web Store.
Read More..
on Kamis, 09 Februari 2012

Browser buatan Google, Chrome, akhirnya hadir di Android! Sejak tanggal 6 Febuari 2012 kemarin, Google telah menawarkan versi beta dari browser tersebut di Android Market!
Google Chrome untuk Android menawarkan fitur yang tidak jauh berbeda dengan versi desktop. Fitur seperti “incognito mode”  yang ada di versi desktop juga dapat ditemukan di versi Android. Selain itu, Google juga menambahkan kemampuan untuk melakukan sinkronisasi bookmark dan tab yang terbuka dengan versi desktop dalam Google Chrome untuk Android.
Sayangnya, tidak semua pengguna Android bisa menikmati versi beta dari Google Chrome. Google hanya menyediakan browser tersebut untuk negara-negara tertentu dan khusus untuk smartphone maupun tablet yang telah menggunakan Ice Cream Sandwich (Android 4.0). Pengguna versi Android dibawah Ice Cream Sandwich tampaknya masih harus sabar menunggu untuk mendapatkan akses ke Google Chrome.
Janji Google untuk menghadirkan Chrome di platform Android sebenarnya sudah muncul sejak bulan Oktober 2011 yang lalu. Saat itu Google belum menyebutkan kapan browser andalan mereka tersebut akan hadir di Android. Beberapa bulan berlalu, tepatnya di awal Febuari 2012, Google akhirnya menepati janji mereka dengan menghadirkan versi beta browser Chrome di Android Market.
Read More..
on Rabu, 21 Desember 2011

Di berbagai belahan dunia, iPhone dengan iOS masih merajai pasar, disusul Android yang terus mengalami perkembangan pesat, baik dari segi sistem operasi maupun varian aplikasi yang ditawarkan di Android Market. Namun, bukan berarti tidak membuat iPhone menjadi perangkat yang tak terkalahkan. Buktinya, bulan ini, penggunaan aplikasi Facebook untuk Android mengalami peningkatan yang cukup signifikan, bahkan untuk pertama kalinya berhasil melampaui jumlah pengguna yang menggunakan aplikasi Facebook untuk iPhone!
Berdasarkan data dari analis Appdata, jumlah pengguna aplikasi Facebook untuk Android tiap harinya mencapai rata-rata 58,8 juta orang, berbanding tipis dengan pengguna yang menggunakan aplikasi Facebook untuk iPhone yang berjumlah rata-rata 57,6 juta orang. Mungkin, angka ini akan mencemaskan Apple, karena dengan semakin banyaknya pengguna yang menggunakan aplikasi Facebook melalui perangkat Android, akan semakin banyak pengembang aplikasi yang memfokuskan diri membuat aplikasi untuk Android.
Kekalahan kepopuleran aplikasi iPhone yang satu ini salah satunya disebabkan oleh keterlambatan update fitur timeline baru yang diluncurkan Facebook minggu lalu. Pengguna Android dapat langsung mengunduh aplikasi tersebut sesaat setelah Facebook mengumumkan perilisan fitur baru tersebut, ketika iPhone baru melakukan hal sama beberapa hari setelahnya. Permasalahan kecepatan update tersebut dapat dimaklumi karena semua orang tahu regulasi yang berlaku di tubuh Apple: menunggu proses pengesahan dari yang berwenang.
Namun, dilihat dari pengguna per bulannya, iPhone masih memimpin di depan dengan pengguna mencapai hampir 100 juta, dibandingkan dengan Android yang hanya berjumlah lebih dari 80 pengguna.
Bagaimana menurut Anda? Apakah Android sudah mulai harus dianggap sebagai saingan terberat iPhone?
Read More..
on Minggu, 18 Desember 2011

Selama ini, Google Maps mendapatkan informasi mengenai landmark dari perusahaan pemetaan, TeleAtlas. Namun, sekarang, versi terbaru Google Map Maker memungkinkan siapa pun untuk menambahkan landmark ke dalam Google Maps. Landmark tersebut bisa dalam bentuk tempat-tempat menarik (restoran, rumah sakit, gedung perkantoran, dan lain-lain), memperjelas keterangan peta agar lebih detail, bahkan meninjau ulang dan menghapus koreksi orang lain jika memang dianggap kurang tepat.
Google Map Maker dapat diakses oleh siapa pun dengan akun Google dan dapat dibuka melalui semua jenis browser. Google sendiri menyarankan kepada pengguna untuk menambahkan detail jalanan yang akan sangat membantu pengguna lainnya, seperti keterangan jalan satu arah, danau di dalam taman (yang selama ini hanya terlihat sebagai wilayah berwarna hijau), dan lain sebagainya. Pengguna juga bisa menambahkan tempat, seperti toko-toko yang baru dibangun dan tempat publik lainnya.
Selain menambahkan tempat-tempat baru dan detail, pengguna juga dapat mengoreksi keterangan atau informasi yang telah ditambahkan oleh pengguna lainnya jika informasi tersebut memang dirasa kurang tepat. Jika Anda berpikir bahwa keleluasaan ini akan membuat peta online tersebut menjadi tidak akurat lagi—karena bisa di akses dan diubah sesuka hati oleh siapa pun, jangan khawatir. Google akan meninjau kembali penambahan dan pengoreksian tersebut sebelum akhirnya benar-benar muncul di Google Maps secara live. Jadi, sebuah kota tidak akan menjadi “berantakan” karena dipenuhi informasi yang belum tentu akurat.
Ada asumsi yang menyatakan bahwa penambahan fitur baru ini sebagai langkah awal Google untuk menciptakan database-nya sendiri. Bagaimana kerja sama yang telah terjalin selama ini dengan TeleAtlas? Wakil dari Google menyatakan, “TeleAtlas adalah partner yang sangat berharga bagi kami dan mereka akan terus memberikan kami banyak data untuk negara-negara yang ada di dunia”.

Read More..