Tampilkan postingan dengan label Science. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Science. Tampilkan semua postingan
on Selasa, 30 Juli 2013
464a24a6ce2e2d6250cda20b20e88b5f
Adalah perusahaan merek terkemuka  Hardware & Home Improvement (HHI) dengan satu merek dagangnya, Kwikset Kevo, bermitra dengan Unykey Technologi Inc. merevolusi teknik buka serta penguncian daun pintu secara otomatis hanya dengan sentuhan jari-jari manusia. Bagaimana bisa?
Yup, menjawabnya ternyata dalam peralatan set kunci tersebut ternyata dikolaborasikan dengan penggunan sebuah smartphone tertentu dan fitur bluetooth. “Kevo adalah kunci pintu berteknologi modern dan cukup lewat sentuhan  berkembang menggantikan tombol tradisional, sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya, " kata Greg Gluchowski, presiden, HHI.
2c77b06815a5fd13b16dd3a69cd0cf5f
Konsep awalnya diinspirasikan oleh perkembangan smartphone yang telah menjadi ekstensi digital masyarakat dunia, dengan 79 persen orang usia 18 – 44 tahun umumnya memiliki smartphone untuk penggunaan setidaknya masksimal selama 22 jam sehari.
3347594d8eba8793390a838434dcb3a3
Kwikset Kevo akan kompatibel dengan smartphone yang mendukung Bluetooth  Smart  Ready / Bluetooth 4.0 dan memiliki mobile app Kevo diinstalkan ke perangkat dan rumah kunci. Saat ini baru aplikasi untuk iPhone 4S dan 5 tersedia, generasi kelima iPod touch, generasi ketiga atau iPad yang lebih tinggi dan iPad mini saja. Pengembangan App untuk Android dan Blackberry saat ini sedang berlangsung.
40077535f38cff83e3960dc08e3f1e61
Hari ini (30/07) Kevo sudah siap dipesan pre-order dari berbagai penjuru dunia lewat situs resminya di kwikset.com dan peritel besar Amazon.com, dilabel disarankan USD 219, janji kirim pada bulan September.
Read More..
on Selasa, 22 Mei 2012

Ponsel MIT
Kita mungkin sudah sangat akrab dengan istilah komputer rakitan, hal berbeda tentunya jika kita mendengar istilah ponsel rakitan. Nah, menariknya berkat temuan dari para peneliti di Massachusetts Institute of Technology (MIT) akhirnya seseorang dapat membuat/merakit ponsel miliknya sendiri.
Para peneliti di MIT telah meciptakan ponsel do-it-yourself (DIY) menggunakan desain open source untuk sirkuit ponsel dan casing ponsel. Memang sih, saat ini perangkat lunak yang dikembangkan baru support untuk panggilan suara, walaupun SMS dan fungsi lainnya bias ditambahkan ke dalamnya.
"Saat ini, perangkat lunak support untuk panggilan suara, meskipun SMS dan fungsionalitas lainnya bisa ditambahkan dengan hardware yang sama. Prototipe berisi sekitar 150 USD di bagian komponennya." kata MIT seperti dikutip via hlt.media.mit.edu.
Proyek itu sendiri dikatakan bertujuan untuk mengeksplorasi seberapa dekat sebuah proyek buatan sendiri bisa datang pada desain sebuah perangkat canggih, seberapa ekonomis mengembangkan perangkat high-tech dalam jumlah kecil, bagian mana yang bahkan tersedia untuk konsumen individu, serta apa yang dibutuhkan bagi orang untuk meng-custom dan merakit perangkatnya sendiri?
Ponsel MIT 2
Ponsel hasil garapan MIT itu menerima kartu SIM standar dan bekerja dengan semua provider GSM. Konektivitas seluler disediakan oleh Modul GSM SM5100B, yang tersedia dari SparkFun Electronics. Layarnya berwarna dan memiliki ukuran 1.8 inchi dengan resolusi 160×128 piksel.
"Dibebaskan dari batasan produksi massal, kami berencana untuk mengeksplorasi material, bentuk, dan fungsi yang beragam. Kami berharap proyek ini akan membantu kita untuk mengekplore dan memperluas batas-batas dari praktik do-it-yourself (DIY)," kata MIT.
Mungkin apa yang telah diciptakan para peneliti itu bukanlah sebuah ponsel yang paling berteknologi tinggi. Namun begitu, setidaknya apa yang dilakukan peneliti di MIT memiliki nilai sentimental tersendiri bagi para pemilik ponsel kelak, di mana akhirnya mereka dapat merakit ponsel buatannya sendiri.
Read More..
on Senin, 21 Mei 2012

Setiap konsumen pasti menginginkan kenyamanan dalam melakukan beragam kegiatan dan itulah yang seringkali dijadikan sebagai nilai jual sebuah produk. Oleh karena itu, Honda menghadirkan Uni-Cub, sebuah produk yang mengusung teknologi mobilitas pribadi yang sebelumnya diperkenalkan melalui U3-X.
Honda Uni-Cub (kiri) dan U3-X (kanan)
Dengan produk ini, para pengguna tidak perlu lagi berjalan dan terhindar dari perasaan lelah akibat kegiatan tersebut. Mereka hanya perlu duduk di atas Uni-Cub dan mengontrol gerakan kendaraan tersebut dengan memindahkan tumpuan bobot tubuh ke arah yang diinginkan.
Kendaraan ini dilengkapi dengan sepasang roda. Roda bagian depan yang disebut sebagai sistem Omni Traction Drive menggerakan Uni-Cub ke depan, belakang, dan dari samping ke samping. Roda bagian belakang yang ukurannya lebih kecil membantu Uni-Cub untuk berputar arah di tempat.
Walaupun memiliki desain yang menyerupai sepeda roda satu masa depan, para pengguna tidak perlu khawatir akan jatuh ketika duduk di atas Uni-Cub. Kendaraan ini dilengkapi dengan teknologi yang menjaga keseimbangan secara otomatis, baik dalam kondisi diam ataupun berjalan.
Motor elektrik yang dibenamkan Honda dalam Uni-Cub dapat melaju dengan kecepatan 6,4 km dan jarak tempuh sejauh 6 km. Tentunya untuk sebuah kendaraan yang dikhususkan untuk penggunaan di dalam ruangan, jarak tempuh tersebut sudah cukup. Namun, apakah produk serupa benar-benar diperlukan, mengingat faktor kesehatan dari berjalan kaki yang dikorbankan?
Read More..
on Selasa, 15 Mei 2012

Koneksi Wi-Fi memungkinkan para konsumen untuk mengakses internet melalui beragam perangkat terkoneksi yang mereka miliki. Namun, tidak menutup kemungkinan koneksi tersebut dimanfaatkan oleh para pengguna lainnya di luar rumah. Tidak hanya dapat memperlambat koneksi internet, kemungkinan tersebut membukakan pintu serangan bagi para pelaku cyber crime.
Selain memasang password, konsumen dapat meningkatkan keamanan dengan menggunakanwallpaper yang dirancang untuk memblokir sinyal Wi-Fi. Para peneliti dari Grenoble Institute of Technology menggunakan tinta konduktif yang mengandung kristal perak untuk memblokir frekuensi dari Wi-Fi router. Jadi, konsumen tetap dapat mengakses koneksi Wi-Fi dari dalam rumah, tetapi sinyal tersebut tidak dapat melampaui batas wallpaper.

Wallpaper serupa telah dikembangkan sebelumnya oleh kontraktor pertahanan Inggris pada tahun 2004 silam. Namun, harga yang ditawarkan untuk mendapatkan wallpaper ini sangat tinggi, yaitu sekitar UDS72 per meter persegi.
Para peneliti dari Grenoble Institute mengklaim solusi wallpaper ciptaan mereka akan ditawarkan dengan harga yang jauh lebih terjangkau, bahkan mendekati harga yang ditawarkan untuk sebuahwallpaper konvensional. Para konsumen dapat menikmati wallpaper pemblokir sinyal Wi-Fi ini mulai awal tahun depan.
Teknologi ini memang dapat meningkatkan keamanan, tetapi konsumen harus menutupi setiap sudut rumahnya dengan wallpaper tersebut, dari tembok, langit-langit, hingga lantai. Dengan begitu pun bukan berarti tidak ada celah yang dapat dilalui oleh sinyal Wi-Fi berhubung bagian pintu dan jendela yang tidak mungkin ditutupi wallpaper juga.
Read More..
on Rabu, 09 Mei 2012

Bagaimana cara Anda melakukan tes urin untuk mengetahui sesuatu terjadi terhadap tubuh Anda? Biasanya, orang akan pergi ke laboratorium rumah sakit atau klinik untuk melakukan tes tersebut. Itu memang cara yang sekarang umum dilakukan. Tetapi, mari kita akui jika kadang kala kegiatan tersebut memakan banyak waktu karena kita harus menunggu giliran dan menunggu hasilnya keluar beberapa jam kemudian.
Konsep toilet yang satu ini menarik perhatian saya karena didesain untuk memudahkan kegiatan pengetesan urin. Toilet ini adalah toilet biasa yang didesain dengan tambahan fitur, yaitu layar yang akan menunjukkan hasil tes dan sebuah pipa pancar yang terletak di bagian dalam-depan toilet. Ketika pengguna ingin melakukan pengetesan, ia dapat mengaturnya melalui layar yang ada. Secara otomatis, pipa pancar akan berada di posisinya dan akan menampung urin selama lima detik. Tunggu selama beberapa waktu, hasil tes akan ditampilkan di layar.
Kelebihan GP Toilet adalah memudahkan pengguna untuk melakukan tes urin tanpa harus repot meletakkan urin di sebuah wadah khusus. Pengguna dapat melakukan pengetesan hanya dengan melakukan aktivitas buang air seperti biasanya.
Tertarik dengan desain ini? Mari kita berharap toilet ini akan segera dikembangkan dan diproduksi secara massal!
Read More..
on Sabtu, 05 Mei 2012

Pernahkan Anda mengalami kesulitan untuk terhubungke Internet di sebuah tempat umum? Kesulitan untuk mengakses Internet semakin terasa ketika seseorang berada di rumah sakit atau laboratorium yang melarang adanya transmisi radio. Menyambungkan perangkat mobile menggunakan kabel USB juga menjadi solusi yang tidak akan terlalu membantu karena hanya akan mendapatkan koneksi yang superlambat.
Kondisi tersebut membuat para peneliti dari National Taipei University of Technology membuat optical setup berbujet rendah yang dapat menghantarkan data lintas ruangan, dua kali lebih cepat daripada menggunakan sinar laser konvensional. Alat tersebut terdiri dari dua sinar laser berwarna hijau dan merah yang biasanya digunakan di ruang konferensi. Pengaturan tersebut hanya membutuhkan dana sebesar US$600. Para peneliti mengganti baterai laser dengan sumber tenaga yang dapat menghidup-matikan sinar secara cepat—500 juta kali dalam satu detik. Dua deret laser dapat menghantarkan satu miliar bit per detik ke jarak hingga 10 meter. Ketika proses berlangsung, sinyal yang tercipta kurang dari satu kesalahan per miliar bit, yang menunjukkan kualitas transmisi yang cukup baik.
Melalui cara tersebut, sinyal yang dihasilkan berlipat menjadi dua kali lebih besar dibandingkan kemampuan USB 2.0 dan koneksi melalui WiFi. Sinyal ini juga dapat menyatukan sistem portabel yang ada di tempat yang minim sinyal Internet dan juga mempermudah proses pengaturan jaringan di tempat-tempat yang mengalami gangguan sinyal radio karena perangkat lainnya.
Gangguan sinyal membuat sistem ini tidak bisa digunakan untuk konesi jarak jauh dan di luar ruangan. Namun, untuk pertukaran data dari satu komputer ke komputer lainnya, sistem ini dapat menjadi alternatif yang berguna.
Read More..
on Kamis, 03 Mei 2012

Untuk sebagian negara, air bersih merupakan sumber daya alam yang masih sulit didapatkan. Namun, Eole Water, sebuah perusahaan asal Prancis, menghadirkan solusi dari masalah tersebut melalui teknologi turbin angin terbaru.
Berbeda dari turbin angin pada umumnya yang hanya menghasilkan energi listrik dari tenaga angin, turbin angin besutan Eole Water dapat menghasilkan air bersih yang diambil dari udara. Air bersih yang diperoleh merupakan hasil kondensasi kelembaban udara yang bahkan dapat dihasilkan di daerah dengan iklim terkering. Eole Water mengklaim bahwa turbin anginnya mampu menghasilkan 16,3 galon air dari gurun pasir di Abu Dhabi hanya dalam waktu satu jam.
Turbin angin dengan nama WMS1000 ini ditenagai oleh panel surya berdaya 30 kilowatt dan memiliki sebuah kondensator air yang dihubungkan ke jaringan listrik. Selain menghasilkan tenaga listrik melalui setiap putaran turbinnya, WMS1000 menarik udara dan mengirimkan ke sebuah kompresor pendingin yang menyuling embun dalam udara. Setiap tetesan air yang dihasilkan mengalir dalam pipa stainless steel dalam turbin, disaring, dipurifikasi, dan dikumpulkan.
Eole Water mengklaim mampu menghasilkan air sebanyak 1.000 liter/hari melalui turbin angin WMS1000 yang dijual dengan harga USD790.000. Kehadiran turbin ini diharapkan dapat membantu negara-negara yang mengalami kesulitan dalam mencari sumber air bersih, seperti di Indonesia dan negara-negara di Afrika.

Read More..

Tingkat kemacetan yang tinggi memaksa para pengemudi untuk menginjak pedal gas dan rem secara silih berganti. Kondisi ini dapat menguras tenaga pengemudi dan mengurangi efisiensi bahan bakar kendaraan.
Selain itu, satu hal yang mungkin belum disadari oleh para pengemudi adalah pengaruh penting jarak antarkendaraan di jalan terhadap tingkat kemacetan. Jarak yang dekat antarkendaraan mengharuskan pengemudi untuk lebih sering menginjak pedal rem. Hal ini dapat mengakibatkan terjadinya reaksi berantai dan menghasilkan kemacetan baru.
Honda bekerja sama dengan Research Center for Advanced Science and Technology di University of Tokyo untuk menghasilkan sebuah teknologi yang mampu menjawab masalah tersebut. Teknologi ini dapat mendeteksi potensi terjadinya kemacetan di jalan dan mengajarkan pengemudi untuk merespon kondisi jalan dengan benar.
Melalui beragam tampilan peringatan, pengemudi diajak untuk menjaga jarak dengan kendaraan di depannya sehingga kebutuhan untuk menginjak rem berkurang. Hasil pengujian yang telah dilakukan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata kecepatan mengemudi sebesar 23% dan meningkatkan efisiensi bahan bakar hingga 8%. Dengan begitu, teknologi ini dapat meningkatkan efisiensi waktu pengemudi di jalan dan konsumsi bahan bakar kendaraan dengan mengurangi tingkat kemacetan.
Honda berharap sistem terbarunya ini dapat mulai diuji di jalan raya pada bulan Mei dan Juli mendatang. Italia dan Indonesia rencananya akan menjadi dua negara pertama yang dapat menyaksikan kecanggihan sistem tersebut.

Read More..
on Selasa, 21 Februari 2012

Ketika era berkirim pesan melalui SMS populer di kalangan masyarakat—khususnya remaja, banyak kata yang mengalami modifikasi dan bertransformasi menjadi bentuk lain—yang hanya digunakan ketika berkirim SMS saja. Kebiasaan itu berlanjut terus dan membuat orang terbiasa menggunakan bentuk baru tersebut—yang tentunya bukan bentuk formalnya—untuk berbagai keperluan nonformal.
Kebiasaan inilah yang terus dibawa oleh para pengirim pesan—sekarang tidak hanya terbatas SMS saja, melainkan chat via BBM atau aplikasi chat lainnya—dan membuat mereka tidak pernah memperbarui pemahaman kosakata mereka yang nantinya akan menyulitkan mereka saat membaca media cetak, seperti majalah dan koran. Sebuah penelitian menyatakan bahwa seringnya melakukan pengiriman pesan dapat mengerdilkan kemampuan baca seseorang. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan orang-orang yang gemar berkirim pesan dengan orang-orang yang memilih untuk membaca koran dan buku.
Para peneliti menemukan bahwa para pengirim pesan memiliki kemampuan yang rendah untuk memahami kata-kata baru—dan juga memiliki kesulitan untuk menerima kata-kata tersebut. Orang yang membaca “bahasa tradisional cetak”, seperti buku, majalah, dan koran lebih mudah menerima dan memahami kata-kata baru. Joan lee dari Universitas Calgary menyatakan bahwa pendapat mengenai mengirim pesan dapat mendorong perkembangan bahasa seseorang adalah mitos belaka. Lee menyatakan bahwa membaca media cetak membuat orang lebih kreatif dan memiliki variasi kosakata yang lebih banyak yang tidak ditemui di bahasa “slang” yang biasa digunakan di SMS dan sebagainya. Ketika banyak orang berpendapat bahwa berkirim pesan mengasah daya kreativitas karena pelaku ‘dipaksa” untuk memutar otak menyingkat kata dan mencari bentuk lain yang lebih sederhana, cara tersebut ternyata menjadi masalah terhadap peraturan bahasa yang berlaku.
“Orang yang mendapatkan kata-kata lebih banyak dengan mudah menerima input tersebut karena mereka dapat mendefinisikan makna kata tersebut dengan baik—atau menoleransi kata tersebut—walaupun ia tidak mengenali kata yang bersangkutan,” ujar Lee. “Sedangkan, murid yang dilaporkan mengirim pesan lebih banyak terbukti menolak kata-kata baru ketimbang mengakuinya sebagai kata-kata alternatif yang bisa digunakan.”
Mengirim pesan diasosiasikan dengan batasan linguistik kaku yang menyebabkan murid menolak banyak kata yang muncul sepanjang proses belajar. Fakta ini sangat mengejutkan ketika ditemukan banyak penulisan kata yang tidak biasa atau disebut “tekstisme” seperti LOL. “Tekstisme merepresentasikan dunia yang sebenarnya yang biasanya diketahui oleh orang-orang yang gemar berkirim pesan. Banyak kata yang diberikan di penelitian kepada partisipan yang gemar mengirim pesan—atau jarang membaca media cetak tradisional—yang ternyata tidak bisa mereka terima dengan baik,” ujar Lee.
Read More..
on Jumat, 13 Januari 2012

Saat ini, pencurian kartu kredit sudah menjadi hal yang wajar di belahan bumi mana pun. Dengan menggunakan teknologi yang ada, pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab bisa menggunakan kartu kredit milik orang lain dengan mudah tanpa perlu memegang kartu tersebut. Atas dasar itulah sebuah perusahaan bernama Dynamics Inc mengembangkan teknologi terbaru kartu kredit yang hanya bisa digunakan oleh pemiliknya saja.
Prototipe kartu kredit yang sedang mengalami masa uji coba oleh Citibank ini ditenagai oleh sebuah batu baterai mini yang berguna untuk menampilkan security code yang berbeda-beda setiap kartu tersebut dinyalakan. Selain itu, angka-angka yang ada di bagian magnetic juga akan terus berubah jadi tidak memungkinkan untuk diduplikasi—setidaknya dengan teknologi yang ada sekarang. Pengguna juga harus memasukkan PIN setiap mereka mengaktifkan kartu ini. Tanpa kode tersebut, kartu tersebut tidak akan dapat digunakan.
Kartu ini memiliki ukuran yang sama dengan kartu kredit pada umumnya. Baterai mungil yang ada di dalamnya dapat bertahan hingga tiga tahun. Saat kartu ini dimatikan, bagian magnetiknya tidak akan menyimpan angka yang sesuai sehingga kartu ini tidak dapat “digesek” sembarangan jika ia dicuri atau hilang dipertokoan atau restoran.
Read More..

Perusahaan asal Inggris, BAE Systems, belum lama ini memperkenalkan sistem terbaru mereka yang diberi nama “Adaptiv”. Sistem ini dapat membantu menyembunyikan tank dari peralatan pencitraan infra merah yang sering digunakan ketika berperang. Hal ini dapat dilakukan menyambungkan ratusan sel electrothermal yang memiliki bentuk hexagonal dan berukuran 5,5 inci di tubuh tank, serta sensor infa merah yang dapat mendeteksi suhu lingkungan sekitar tank tersebut.
Sesuai dengan namanya, sistem Adaptiv ini bersifat dinamis. Dengan kata lain, operator tank dapat menyesuaikan suhu kendaraan dengan suhu lingkungan sekitarnya untuk mengelabui peralatan pencitraan infra merah ketika berada dalam kondisi diam. Ketika tank sedang berjalan, operator dapat memimik suhu obyek, seperti mobil atau sapi, yang telah diprogram sebelumnya. Untuk menghindari serangan dari teman sendiri, operator tank dapat meningkatkan suhu kendaraan untuk membedakannya dari kendaraan perang lainnya.
Untuk memastikan setiap sudut tank tidak terbaca oleh sensor infra merah, BAE Systems melengkapi knalpot mesin dengan sejumlah ventilasi untuk mempercepat proses pendinginan. Perusahaan tersebut juga membenamkan motor elektrik agar tank dapat berjalan tanpa mengeluarkan suara untuk semakin menyembunyikan posisi tank. BAE Systems bahkan telah melakukan percobaan dengan generasi terbaru dari sel electrothermal mereka yang dikabarkan dapat berubah warna.
Read More..
on Minggu, 18 Desember 2011

Nao adalah robot humanoid berukuran sedang yang dapat diprogram. Robot ini dikembangkan oleh Aldebaran Robotics, sebuah perusahaan startup dari Prancis. Proyek Nao diluncurkan tahun 2004 lalu. Pada tahun 2007, Nao menggantikan robot anjing milik Sony yaitu Aibo sebagai robot yang digunakan dalam kompetisi Liga Platform Standar (LPS) di Piala Dunia Sepak bola robot (RoboCup). RoboCup merupakan kontes robotika internasional.
Robot humanoid ini terus dikembangkan oleh developer dari perusahaannya. Diberitakan bahwa Nao akan menggunakan prosesor atom 1.6GHz serta dual HD Camera yang akan membantunya mengenali barang meskipun dalam keadaan gelap. Meskipun robot ini terlihat tidak banyak berubah, ia telah memperoleh sejumlah upgrade software, termasuk pengenalan suara, pengembangan algoritma saat berjalan, dan sejumlah pengukuran untuk mengurangi tabrakan saat bergerak.
Seperti sebelumnya, robot ini lebih banyak digunakan oleh pengembang dan orang yang melakukan riset. Namun, pemilik perusahaan Aldebaran ini menyatakan bahwa perusahaannya akan tetap meningkatkan kinerjanya untuk menciptakan Nao yang digunakan secara personal. Berikut videonya.
Read More..
on Minggu, 20 November 2011

Kemacetan merupakan “makanan” sehari-hari penduduk di Indonesia, khususnya di kota-kota besar seperti di Jakarta. Setiap partikel karbondioksida yang dikeluarkan oleh kendaraan pun menjadi bagian yang membahayakan bagi para pengguna jalan dan penduduk di sekitar daerah kemacetan. Penyakit pernapasan, jantung, dan kanker adalah sebagian efek samping yang kerap menjadi perhatian. Namun, sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa gas buangan kendaraan bermotor dapat merusak gen, hingga jaringan sel otak yang mengakibatkan gangguan psikologis bagi para korban.
University of Southern California yang menganalisis efek polusi udara terhadap kesehatan otak 7.500 wanita di 22 negara bagian di Amerika Serikat, melaporkan bahwa gas buangan kendaraan bermotor dapat memengaruhi kapasitas mental, inteligensi, dan stabilitas emosi. Berdasarkan hasil penelitian di Belanda, menghirup asap kendaraan bermotor selama 30 menit dapat meningkatkan intensitas kerja otak yang memengaruhi perilaku, kepribadian, kemampuan mengambil keputusan, dan meningkatkan stres. Dalam penelitian lain di Columbia University dan Harvard University ditemukan bahwa 90 hari terekspos dengan polusi udara dapat memengaruhi molekul gen bayi.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan di New York, Boston, Beijing, dan Krakow didapatkan bahwa anak-anak yang tumbuh di sekitar daerah dengan emisi CO2 yang tinggi memiliki tingkat inteligensi yang lebih rendah. Mereka juga lebih mudah mengalami depresi, kecemasan, dan kesulitan konsentrasi. Selain anak-anak, orang dewasa pun dapat merasakan pengaruh dari emisi CO2, yaitu mengalami masalah ingatan dan pikiran, serta kemungkinan meningkatnya risiko terkena penyakit Alzheimer dan Parkinson.
Tingkat polusi udara yang tinggi akibat kendaraan bermotor juga memengaruhi kandungan. Heather Volk dari USC Keck School of Medicine menemukan bahwa ibu-ibu yang tinggal 1.000 kaki dari jalan raya di Los Angeles, San Francisco, dan Sacramento kemungkinan besar akan melahirkan anak dengan gangguan autisme. Sebuah penelitian jangka panjang yang dikembangkan oleh Frederica Perera dari Columbia University’s Center for Children’s Enviromental Health menunjukkan adanya pengaruh buruk dari emisi CO2 terhadap kandungan. Perkembangan kapasitas mental yang lambat, tingkat IQ yang lebih rendah, serta tingkat kecemasan, depresi, dan kesulitan konsentrasi merupakan sebagian dari efek samping yang dihasilkan.
Jadi, apa solusinya? Berhubung mengurangi kemacetan, khususnya di kota Jakarta, hampir mustahil dilakukan, setidaknya sediakan masker untuk mengurangi tingkat polusi udara yang dihirup di jalanan. Apakah Anda memiliki ide solusi lainnya?
Read More..
on Sabtu, 22 Oktober 2011

Perkembangan teknologi dan sains di negara adidaya Amerika Serikat memang sudah maju pesat. Berbagai mesin robotik telah hadir di berbagai perusahaan industri, bahkan untuk keperluan militer. Kali ini, angkatan laut Amerika Serikat, Navy, dan salah satu perusahaan manufaktur, Northrop Grumman, bekerja sama mengembangkan sebuah pesawat robotik tanpa awak dengan nama X-47B.
Saat dilakukan uji coba penerbangan pertama pada 30 September 2011, penerbangan X-47B masih butuh beberapa perubahan yaitu perangkat hardware dan software untuk keperluan fungsi navigasinya. Sekilas, bentuk pesawat tanpa awak ini mirip pesawat siluman yang memiliki kemampuan tidak bisa terdeteksi oleh radar.
Northrop Grumman yang merupakan perusahaan manufaktur yang selama ini menghasilkan perangkat keperluan militer Amerika Serikat telah menghasilkan dua pesawat X-47B yang kemungkinan besar akan melakukan tugas pertamanya pada tahun 2013. Pesawat robotik yang memiliki panjang rentang sayap hingga 18.9 meter serta berat yang mencapai 2 ton ini dilengkapi dengan senjata bom dan rudal. Kecanggihan lainnya adalah tidak memerlukan kendali dengan kokpit dari jarak jauh.
X-47B telah menggunakan 3,4 juta baris kode program. Jadi, hanya dengan melakukan perintah terbang ke satu titik yang tuju, X-47B akan segera menuju ke sasaran yang dituju secara otomatis. Kemampuan terbangnya pun cukup fantastis. Pesawat robotik milik Navy ini memiliki kecepatan tinggi Subsonic, lebih cepat dibandingkan pesawat tanpa awak seperti Reaper Drone.
Read More..