Tampilkan postingan dengan label Microsoft. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Microsoft. Tampilkan semua postingan
on Kamis, 19 Juli 2012

Microsoft baru saja memperkenalkan software Office terbarunya. Software yang dikenal dengan nama Office 2013 ini didesain agar dapat berjalan optimal di produk tablet dan juga perangkat dengan layar sentuh lainnya.
Software Office 13, yang memiliki nama kode Office 15, didesain agar dapat berjalan dengan baik di Windows 8, baik untuk penggunaan di perangkat tablet maupun PC. Selain itu, Microsoft juga lebih memanfaatkan teknologi Cloud Computing di kumpulan software Office-nya ini.
Biasanya, pengguna secara default akan menyimpan dokumen yang dikerjakan ke hard disk PC. Namun, hal tersebut sudah berubah di Office 13. Software ini secara default akan menyimpan dokumen tersebut langsung ke Cloud. Microsoft memanfaatkan layanan “Skydrive” untuk menyimpan data-data tersebut.
Semua file Office 13 yang disimpan di “Skydrive” dapat diedit dari mana saja, asalkan perangkat tersebut sudah dilengkapi dengan internet dan aplikasi Office 13. Dengan kata lain hanya smartphone Windows Phone 8, tablet Windows 8, dan PC dengan Windows 8 dan 7 saja yang bisa menggunakan feature tersebut. Microsoft memang belum membeberkan apakah Office 13 akan hadir di perangkat tablet lain, seperti iPad dan perangkat berbasis Android, atau tidak.
Pengguna masih dapat menemukan Word, PowerPoint, Excel, OneNote, dan Outlook di Office 2013. Uniknya, Microsoft menambah layanan Skype ke Office terbaru ini. Dengan layanan ini, pengguna dapat bekerja sama dalam mengerjakan sebuah dokumen melalui konferensi video.
Belum ada kabar mengenai kapan Office 13 ini hadir di pasaran. Banyak pengamat yang memprediksi kalau Office 13 akan hadir di awal tahun 2013. Pengguna sudah bisa mencoba software tersebut melalui Consumer Preview yang ada di link ini.
Read More..
on Rabu, 04 Juli 2012

Kita tahu persis bahwa Android sering kali mendapatkan tuntutan dari Apple dan Microsoft. Hal tersebut dikarenakan Apple dan Microsoft melihat bahwa Android seringkali melakukan pelanggaran terhadap hak cipta mereka. Sayangnya, tidak banyak sumber yang menjelaskan pelanggaran apa yang dilakukan oleh Android.
Situs Business Insider pun kali ini membeberkan apa saja yang menjadi titik perseteruan antara Android dengan Apple dan Microsoft. Berikut adalah 11 paten yang dilanggar oleh Android dan para produsen smartphone-nya.
1. Patent EP2059868: Perangkat elektronik portabel untuk manajemen foto. Paten ini mengarah pada model geser pada galeri foto. Apple melakukan tuntutan terhadap Samsung dan Motorola untuk paten ini.
2. U.S. Patent No. 7,469,381: Daftar bergulir dan terjemahan untuk dokumen, scaling, dan rotasi pada tampilan layar sentuh. Paten ini mengarah kepada “overscroll bounce”. Ada beberapa aplikasi yang membutuhkan refresh, dan untuk melakukan refresh, pengguna harus menggeser ke bawah, dan nantinya list email tersebut akan membal kembali ke atas. Samsung mengkopi model seperti ini.
3. U.S. Design Patent No. D618,677: Perangkat elektronik. Paten ini mengarah kepada bentuk desain iPhone dan Samsung Galaxy S yang mirip.
4. U.S. Patent No. 5,946,647: Sistem dan cara melakukan suatu tindakan pada suatu struktur dalam sebuah komputer yang menghasilkan data. Paten ini mengarah kepada saat seorang mengguna menekan sebuah nomor telepon pada sebuah aplikasi (misalnya Mail) dan setelah menekannya, aplikasi dialer muncul karena dengan metode seperti ini berarti pengguna ingin menelepon seseorang. Metode seperti ini adalah paten dari Apple dan  dilanggar oleh Samsung dan HTC.
5. EP1964022: Membuka kunci sebuah perangkat dengan melakukan gerakan pada sebuah gambar pembuka kunci. Paten ini mengarah kepada metode slide to unlock yang ada pada Apple. Motorola yang pertama kali melakukan pelanggaran terhadap paten ini.
6. U.S. Patent No. 6,370,566:  Menghasilkan sebuah permintaan pertemuan dan penjadwalan kelompok dari perangkat mobile. Paten ini mengarah kepada saat pengguna mengirim sebuah undangan pada kalender mobile dan kalender mobile tersebut menghasilkan permintaan pertemuan atau meeting. Microsoft memiliki paten ini dan Motorola melanggar paten tersebut.
7. EP1304891:  Berkomunikasi dengan menggunakan banyak pesan yang terbagi-bagi antara perangkat seluler dengan menggunakan antarmuka yang telah distandarisasi. Paten ini mengarah kepada melakukan pengiriman pesan melebihi 160 karakter dengan membaginya ke beberapa pesan. Microsoft memiliki paten seperti ini dimana seorang pengguna akan menerima SMS panjang dan bukan SMS yang terpotong-potong menjadi beberapa bagian. Paten ini dilanggar Motorola. Microsoft pun telah menerima pembayaran dari Apple untuk paten ini.
8. U.S. Design Patent No. D504,889: Perangkat elektronik. Paten ini mengarah kepada kemiripan model iPad dengan Samsung Galaxy Tab 10,1.
9. U.S. Patent No. 8,086,604: Sebuah antarmuka universal untuk mendapatkan informasi dalam sebuah sistem komputer. Paten ini mengarah kepada pencarian informasi dengan metode suara seperti Siri. Hal ini pula yang menyebabkan Samsung Galaxy Nexus tidak dijual di Amerika saat ini.
10. U.S. Patent No. 8,046,721: Membuka kunci sebuah perangkat dengan melakukan gerakan pada sebuah gambar pembuka kunci. Ini adalah pelanggaran paten kedua oleh Samsung mengenai cara membuka sebuah perangkat mobile. Paten ini dilanggar pada Samsung Galaxy Nexus.
11. U.S. Patent No. 8,074,172: Sebuah metode, sistem, dan antarmuka grafis dalam memberikan rekomendasi kata. Paten ini mengarah kepada sistem autocorrect. Apple memiliki paten ini dan mereka menuntut Samsung dan Google.
Sumber: Business Insider
Read More..
on Rabu, 09 Mei 2012

Soundwave
Teknologi sensor gerak hasil kreasi Microsoft yang disebut Kinect tampaknya telah membuat banyak kalangan terpikat. Bukan hanya gamer, teknologi itu pun telah menyita perhatian para ilmuwan komputer, insinyur, atau bahkan seniman.
Seolah belum cukup puas dengan teknologi Kinect, Microsoft kembali menggarap sebuah proyek yang menawarkan kontrol gerakan yang didukung dengan speaker komputer, mikrofon, dan beberapa elemen suara yang tak terdengar.
Dikutip via Gizmodo, untuk mendeteksi gerakan, teknologi yang dinamakan sebagai Soundwave itu memanfaatkan efek Doppler.
Dengan bantuan speaker komputer dan mikrofon, Soundwave dapat mendeteksi perubahan frekuensi dari gelombang suara dengan menggunakan suara yang tak terdengar itu dan mengukur perubahan feedback yang dihasilkan dari gerakan tangan.
Hebatnya lagi, meskipun ada suara bising di sekitar notebook, Soundwave masih tetap dapat mendeteksi gerakan. Bahkan, teknologi ini dapat mendeteksi gerakan ketika seseorang berjalan atau jauh dari komputer, dan meresponnya dengan membuka atau mengunci perangkat.
Ingin tahu lebih jauh tentang cara kerja Soundwave, simak video berikut:

Read More..
on Jumat, 27 April 2012

Paket aplikasi office terbaru Microsoft yang kini tengah berada dalam masa pengerjaan, Office 15, akan mendukung dokumen dengan standar terbaru Open Document Format, ODF 1.2! Hal tersebut diungkapkan Microsoft di acara ODF Plugfest, Brussels, Belgia, minggu lalu.
Dukungan untuk ODF 1.2 tersebut terlihat dari demo terbatas yang ditunjukkan Microsoft kepada pengunjung ODF Plugfest. Namun, kemampuan Office 15 dalam menangani ODF 1.2 baru akan langsung terlihat saat Microsoft merilis versi beta dari paket aplikasi office tersebut di sekitar bulan Agustus – September nanti.
Bagi Microsoft, dukungan untuk standar baru ODF 1.2 ini merupakan langkah lanjutan dari dukungan mereka untuk ODF. Sebelumnya, sejak Service Pack 2 untuk Microsoft Office 2007, Microsoft telah menambahkan kemampuan untuk menangani dokumen berformat ODF ke dalam paket aplikasi office milik mereka tersebut.
Selain di Office 15, Microsoft juga mengumumkan bahwa dukungan untuk standar ODF 1.2 juga akan hadir di paket aplikasi office berbasis cloud mereka, Office 365. Update Office 365 terkait dukungan standar ODF 1.2 tersebut tampaknya akan hadir bersamaan dengan peluncuran Office 15 nanti.
ODF 1.2 merupakan standar terbaru Open Document Format yang baru saja diperkenalkan di bulan September 2011 yang lalu. Beberapa hal baru diperkenalkan di standar baru tersebut, antara lain standar format baru untuk aplikasi spreadsheet, dukungan untuk Resource Description Framework (RDF), serta standar baru untuk pertukaran data melalui web yang telah disetujui oleh World Wide Web Consortium. Format tersebut saat ini telah digunakan sebagai format standar di beberapa paket aplikasi office, seperti OpenOffice 3 dan LibreOffice, serta menjadi salah satu format dokumen yang didukung oleh Google Docs.

Read More..
on Selasa, 21 Februari 2012

Microsoft secara resmi memperkenalkan logo terbaru dari sistem operasinya yang mulai naik daun. Logo Windows 8 terbaru terlihat berbeda dengan logo-logo versi Windows sebelumnya. Kini tampilannya terlihat lebih simpel dengan desain bergaya metro.

Tak hanya mengubah logo, tim Microsoft pada peluncurannya juga memberikan detail sejarah dari logo Windows sebelumnya, termasuk alasan mereka mengubah logo. Ide perubahan tersebut berawal dari sebuah pertanyaan Paula Scher yang merupakan agensi desain Pentagram, yang menanyakan mengapa logo Windows bukanlah jendela melainkan sebuah bendera.
Nah, dari situlah awal perubahan logo yang dirancang oleh tim Microsoft. Perkembangan logo dengan menambahkan animasi bergerak dianggap sebagai representasi produk Windows. Namun, hal itulah yang menyebabkan mengapa logo windows terlihat seperti bendera.

Tim dari Microsoft sengaja merancang Windows 8 agar dapat berjalan dengan baik di komputer PC maupun tablet. Dan diharapkan dengan kehadiran Windows 8 dapat memberikan tekanan dan perlawanan pada tablet iPad maupun tablet Android yang kini kian merajalela di pasar global.

Hingga saat ini Microsoft belum memberikan detail jadwal kapan Windows 8 akan resmi diluncurkan. Namun dari rumor yang beredar Windows 8 akan segera rilis pada pertengahan tahun 2012.
Read More..
on Jumat, 03 Februari 2012

CHIP-Online-Kinect-Virtual-Fitting-Room

Kinect digunakan sebagai Virtual Fitting Room.

Kinect untuk Windows yang terdiri dari hardware dan SDK (Software Development Kit) versi 1.0 siap mengubah dunia. Mulai 1 Februari, seperti diungkapkan oleh blogs.MSDN.com, Kinect akan tersedia di Amerika Serikat, Australia, Kanada, Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Irlandia, Meksiko, Selandia Baru, Spanyol dan Inggris.

Kinect telah terjual 18 juta unit tahun lalu dan berhasil meraih rekor dunia Guiness sebagai perangkat elektronik konsumen yang terjual paling cepat. Perangkat Kinect memberikan pengalaman advance human tracking, gesture recognition, voice control dan masih banyak lagi.

Inovasi pada Kinect untuk Xbox 360 selama beberapa tahun lalu menunjukkan potensi Kinect sebagai platform bagi developer dan dunia bisnis untuk membangun dan menciptakan penawaran baru serta inovatif. Hal seperti ini mengubah dunia dengan pengalaman baru berinteraksi dan cara belajar menggunakan teknologi komputer, misalnya pada dunia pendidikan dan kesehatan.

Pada Kinect untuk Windows memampukan kameranya melihat objek yang berada didepannya hingga jarak dekat, 40 sentimeter tanpa kehilangan akurasi dan presisi, hingga jarak 3 meter.

Sistem yang dibutuhkan oleh Kinect untuk Windows ini adalah minimal menggunakan prosesor 32 bit atau 64 bit, dual-core 2,66 GHz, 2 GB RAM, dan USB 2.0. Kinect bekerja pada sistem operasi Windows 7 dan Windows Embedded Standard 7.

Microsoft akan melepas Kinect untuk Windows ke pasar dengan harga ritel US $ 249 dan bagi dunia pendidikan akan dijual dengan harga US $ 149.

Sumber foto: Microsoft.com
Read More..
on Senin, 14 November 2011

Seperti kita tahu, teknologi layar sentuh dikabarkan bakal berjalan optimal di sistem operasi Windows 8. Dan, penggunaan konsep layar sentuh ini pun tampaknya bakal berkembang semakin luas, dimana tak sebatas untuk gadget mobile seperti ponsel dan notebook namun bakal mengarah pula pada perangkat komputer personal (PC).

Dalam hal ini, pabrikan sekelas Samsung mengamini fenomena tersebut, dimana menurut Kepala Penjualan dan Pemasaran Komputer Personal Bisnis-nya, Uhm Kyu Ho, pihaknya berencana meluncurkan komputer berbasis Windows 8 pada semester kedua tahun depan.

Perangkat komputer tersebut disebutkan bakal menawarkan layar sentuh, dimana diposisikan layaknya suksesor tablet Series 7 yang pernah digelontorkannya ke pasaran.

Sebagai informasi, Samsung bukanlah satu-satunya vendor yang akan membenamkan sistem operasi terbaru tersebut. Rumor terkini melaporkan bahwa Dell akan meluncurkan perangkat Windows 8 pada kuartal ketiga 2012. Selain itu, CEO HP -Meg Whitman pernah mengkonfirmasi bahwa pihaknya akan memasarkan komputer Windows 8 di tahun mendatang.

Bahkan, pabrikan asal Taiwan, HTC, juga ikut dirumorkan sedang menggarap tablet berplatform Windows 8. seperti apa fitur yang dimiliki Windows 8? kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.
Read More..
on Kamis, 05 Mei 2011

Microsoft beberapa waktu lalu mengumumkan laporan keuangan kuartal ketiga mereka yang berakhir 31 Maret 2011. Di kuartal ini, mereka mendapatkan revenue sebesar USD16,43 miliar. Nilai tersebut meningkat 13% dari kuartal yang sama tahun lalu.
Net income di kuartal tiga tahun ini mendapatkan peningkatan sebesar 31% dibandingkan kuartal yang sama tahun lalu. Di tahun ini, Microsoft mendapatkan net income sebesar USD5.23 miliar.
Produk apa yang menjadi penyumbang terbesar bagi pihak Microsoft? Ada tiga produk yang berhasil membuat pundi-pundi kekayaan Microsoft menjadi lebih besar. Ketiga produk tersebut adalah Microsoft’s Office 2010, XBOX, dan Kinect.
Windows 7 menjadi sistem operasi yang paling laris saat ini. Lisensi dari sistem operasi tersebut telah terjual sebanyak 350 juta unit.
Divisi Entertainment dan Devices mengalami peningkatan tahunan sebesar 60%. Peningkatan tersebut didorong dari penjualan XBOX 360.
Divisi Layanan Online memperoleh peningkatan revenue tahunan sebesar 14%. Peningkatan tersebut didapatkan dari bisnis search engine. Pencarian menggunakan Bing di US meningkat 13.9% di kuartal ini.
Dari divisi Server & Tool, revenue tahunan meningkat 11%. Peningkatan tersebut sudah terjadi 4 kuartal belakangan ini. Produk-produk yang mendorong peningkatan tersebut adalah Windows Server 2008 R2, SQL Server 2008 R2, dan System Center.
Read More..
on Senin, 14 Februari 2011

Kompetisi antar perusahaan dalam memperebutkan keunggulan di pasar, bukan suatu hal yang baru. Di antaranya bahkan memutuskan untuk mengambil cara licik agar dapat memenangkan kompetisi tersebut, seperti menuduh satu sama lain atas aktivitas ilegal yang kebenarannya belum terbukti. Pertarungan yang berlarut-larut pun tidak dapat dihindari.
Inilah yang terjadi pada dua raksasa di dunia komputer, Microsoft dan Google. Berbeda dengan pertempuran antar perusahaan lainnya yang terjadi di balik layar, pertempuran antara kedua raksasa IT ini dilakukan secara terbuka.
Pertempuran ini berawal dari tuduhan Google terhadap search engine besutan Microsoft, Bing, yang dikatakan telah menggunakan data yang dibangun oleh Google untuk menyalin dan mengkoreksi hasil-hasil pencarian paling popular. Salah seorang engineer Google, Amit Singhal, mengatakan bahwa baginya Microsoft telah melakukan tindak kecurangan dengan menggunakan data yang telah dibuahkan oleh Google melalui kerja keras selama bertahun-tahun.
Mendengar tuduhan ini, Microsoft pun enggan duduk diam. Awalnya, mereka mengatakan bahwa hasil-hasil pencarian di Bing merupakan buah kerja keras mereka sendiri dan masukan dari para pengguna Bing. Kemudian, mereka menggunakan jejaring sosial, Twitter, untuk melancarkan serangan selanjutnya. Salah satu tweet yang diluncurkan kepala komunikasi Microsoft, Frank Shaw, menyebutkan bahwa Google sendiri sedang melalui tahap investigasi atas tuduhan manipulasi hasil pencarian.
Google kemudian membalas dengan menerbitkan artikel berjudul “Microsoft’s Bing uses Google search results—and denies it” di dalam blog mereka. Baku hantam antar keduanya pun terus berlanjut di depan umum. Bahkan beberapa orang yang tidak ada hubungan langsung dengan kedua perusahaan tersebut turut menyumbangkan suara lewat Twitter.
Pertarungan ini bak dua petinju kelas berat yang saling baku hantam dan kita, sebagai penonton, hanya dapat bersorak dan menunggu bel ronde terakhir berbunyi untuk mengetahui hasilnya.
Read More..
on Kamis, 10 Februari 2011

Citra Intel sebagai manufaktur chip processors komputer yang mumpuni memang tidak perlu diragukan lagi. Apalagi mereka baru saja menghadirkan  teknologi terbaru yang diadaptasikan ke dalam processors Core-i generasi kedua (Sandy Bridge). Namun ternyata hal tersebut masih belum cukup memuaskan bagi para pelaku industri yang bergerak di bidang yang berhubungan langsung dengan Intel. Mereka menginginkan sesuatu yang lebih berguna untuk mereka. Salah satunya adalah Microsoft.
Microsoft, raksasa perangkat lunak yang sukses berkat sistem operasi Windows nya yang mendunia memaksa Intel melakukan sesuatu yang lebih signifikan untuk korporat-korporat besar. Mereka meminta Intel untuk memproduksi salah satu chip mereka yang terkenal hemat energi, Atom dalam versi 16-core yang akan diadaptasikan untuk server. Dengan menggunakan Atom 16-Core ini, Microsoft yakin akan mampu melakukan penghematan energi, khususnya pada bagian Data Centermereka yang masif secara signifikan. Data Center sendiri digunakan untuk menyimpan data dari berbagai aplikasi Microsoft seperti Bing, Hotmail, Windows Live Messenger, Sharepoint, dan Exchange. Apakah Intel akan memenuhi permintaan ini?
Dengan posisi tawar Microsoft yang sangat kuat, kemungkinan besar Intel akan memenuhi permintaan salah satu perusahaan terbesar di dunia tersebut. Microsoft sendiri juga tidak hanya meminta Intel untuk menangani masalah processors ini, namun juga AMD dengan permintaan yang sama. Untuk perusahaan yang sudah mengglobal, penghematan energi tentu saja akan membawa dampak yang sangat positif. Dari segi penghematan biaya hingga citra perusahaan yang dianggap ramah lingkungan. Apresiasi untuk upaya yang dilakukan oleh Microsoft.
Read More..
on Sabtu, 05 Februari 2011

Windows OS selama ini memang menyandang predikat yang tidak terlalu baik jika kita membicarakan masalah keamanan dibandingkan sistem operasi yang lain. Paling rentan diserang dan seringkali menjadi fokus utama penyerangan para peretas menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Windows. Namun seiring dengan perkembangan sistem operasi yang mulai bervariasi dan menginvasi banyak perangkat, dari tablet hingga smartphones, tren ini mulai berubah. Microsoft mungkin akan memiliki sedikit ruang untuk setidaknya bernapas.
Dalam laporan tahun Cisco untuk masalah keamanan yang terjadi selama tahun 2010, sebuah kesimpulan diambil. Terlihat kecenderungan peretas yang mulai tidak berfokus lagi pada sistem operasi Windows untuk komputer. Sebagian besar peretas kini menjadikan perangkat-perangkat seperti tablet, smartphones, dan sistem operasi mobile sebagai target sasaran utama. Yang berarti, Android dan iOS akan menjadi “sedikit” tidak aman di masa yang akan datang.
Laporan yang dirilis tersebut juga memperlihatkan angka spam yang menurun dibandingkan tahun sebelumnya, pertama kalinya terjadi dalam sejarah. Tren lain yang terlihat adalah aktivitas Money Muling yang semakin gencar dilakukan oleh para penjahat cyber ini. Money Muling sendiri merupakan kegiatan dimana para penjahat cyber mulai merekrut para pekerja rumah untuk membuat akun-akun bank yang dapat digunakan untuk melakukan money laundring atau pencucian uang. Cisco sendiri melihat bahwa tahun 2011 akan menjadi tahun dimana para peretas akan gencar menginvestasikan uang mereka untuk kegiatan ini.
Walaupun ada kecenderungan jumlah serangan yang menurun untuk Windows OS, namun bukan berarti mereka yang familiar dengan sistem ini bisa duduk tenang tanpa melakukan langkah preventif apapun. Dengan triliunan email spam yang bertebaran di dunia maya dengan ratusan juta diantaranya memuat virus-virus yang mematikan, sistem operasi buatan Microsoft tersebut masih merupakan yang paling rentan.
Read More..
on Minggu, 16 Januari 2011
Perseteruan antara Microsoft dan Apple sepertinya memang tidak akan pernah usai. Dua pemain besar dalam industri komputer ini memang tidak ada habisnya saling menyerang dan berusaha mengalahkan satu sama lain. Kali ini kedua seteru abadi ini terlibat dalam perang yang melibatkan keinginan Apple untuk mematenkan Application Store yang diklaim merupakan inovasi awalnya. Tidak perlu menunggu lama hingga Microsoft berdiri melawan.
Application Store memang elemen yang terpenting di dalam handset pintar masa kini. Dengan sistem operasi yang kini dapat menampung dan menjalankan ribuan aplikasi, Application Store menjadi sumber utama untuk mencari dan mendapatkannya. Tidak dapat dipungkiri, toko aplikasi ini memang menjadi nyawa utama bagi sistem operasi seperti Android, Windows Phone 7, dan iOS itu sendiri. Dan nyawa utama ini memang layak untuk diperjuangkan.
Apple sendiri sebenarnya sudah mengajukan penetapan hak paten dan dagang atas nama “Application Store” sejak tahun 2008 silam dan sekarang masih menjalani proses pertimbangan. Perusahaan berlogo buah apel itu mendefinisikannya sebagai benda atau jasa termasuk layanan toko retail yang memuat perangkat lunak komputer dan tersedia melalui internet, komputer, maupun jaringan komunikasi elektronik. Microsoft yang juga menggunakan nama Application Store di Windows Phone 7 menentangnya, meminta US Patent and Trademark Office menolak permintaan Apple tersebut. Belum jelas apakah pengajuan keberatan dari Microsoft ini akan mempengaruhi hasil akhir dari pengajuan hak paten ini sendiri. Yang pasti jika Apple berhasil memenangkannya, maka Microsoft dan Google akan berhadapan dengan masalah besar yang akan menghambat perkembangan sistem operasi perangkat portable mereka.
Persaingan seperti ini memang menjadi hal yang biasa untuk perusahaan global. Berusaha mematenkan teknologi tertentu, menuduh teknologi kompetitor sebagai teknologi curian, melakukan tuntutan secara hukum, atau bahkan meminta lembaga yang berwenang untuk mencabut izin usaha menjadi langkah yang cukup esensial untuk mempertahankan eksistensi perusahaan. Tetapi tentu saja itu semua dibarengi dengan usaha untuk menghadirkan produk yang lebih berkualitas dan mumpuni dibandingkan para pesaing.
Read More..